Berbasis Pemilih Cerdas Menuju Kursi Legislatif
Berawal sebagai karyawan perusahaan yang bergerak di bidang jasa telekomunikasi berlabel PT. XL Axiata. Ia tidak hanya duduk di belakang meja, tapi juga melanglang buana sebagai Ketua Serikat Pekerja di level perusahaan maupun asia pasifik.
Dalam organisasi tersebut fokus memperjuangkan nasib para karyawan yang sering menamakan dirinya kaum buruh. Kelompok ini juga sebagai salah satu unsur masyarakat yang biasa disebut grass root (akar rumput).
Percikan-percikan pengalaman dalam organisasi inilah yang menopang pola pikir sang karyawan mampu melahirkan pandangan dan pergerakan politik sebagai pembeda dengan para politikus pada umumnya.
Karena itu di penghujung pergerakannya sebagai parlamen jalanan di tanah jawa, sehingga puluhan tahun berpisah orang tuanya, maka ia memutuskan pulang kampung untuk merawat ibundanya yang tercinta, sakit karena tubuhnya tidak mampu lagi mengimbangi usia panjang yang diberikan oleh Sang Yang Maha Kuasa.
Sambil merawat ibundanya tercinta, lelaki Bugis Makassar kelahiran Sungguminasa 19 Juni 1971 ini benama Anwar Faruq, S. Kom, MM, memulai pergerakannya menuju kursi parlemen yang sesungguhnya. Pendekatan komunikasi yang berbasis silaturahim tampaknya mampu mengerakkan nurani setiap insan untuk membangun kebersamaan dan kekompakan dalam rangka menciptakan tercapainya satu tujuan.
Alhasil pada tahun 2017, ayah dari 7 putra putri ini mendapatkan amanah selaku Ketua DPD PKS Kota Makassar. Hanya sekitar dua tahun memangku jabatan tersebut, ia sukses melenggang menuju kursi legislatif sebagai anggota DPRD Kota Makassar.
Alumni dari S1 Universitas Gunadarma, Depok ini mampu juga melintasi dua periode dari 2019 – 2024 dan 2024 – 2029 sebagai wakil rakyat. Monuver politiknya patut diacungkan jempol karena mendidik rakyat untuk tidak mengarungi dunia politik pragmatis.
Menurutnya, politik pragmatis cenderung mengutamakan pamri berupa sogokan meterial atau finansial untuk mencapai tujuan. Dalam istilah populernya demi merebut suara rakyat, maka serangan fajar yang biasa disebut money politik diterapkan dalam detik detik menjelang pelaksanaan pemungutan suara.
Namun sosok pemimpin yang sering menggunakan jurus dakwah untuk membangun komunikasi dengan masyarakat kalangan grass root ini, mengajak seluruh rakyat menjadi pemilih cerdas. Rakyat sebagai pemilih cerdas harus memilih pemimpin berdasarkan visi misi dan rekam jejak yang bersangkutan.
“Jika rekam jejaknya memang selalu bermanfaat untuk kepentingan rakyat alias orang banyak jauh sebelum mengikuti kontestan dalam pemilihan pemimpin atau wakil rakyat maka itulah yang bersangkutan menjadi pilihan paling tepat”, tegas Anwar Faruq yang juga Wakil Ketua DPRD Kota Makassar periode 2024 – 2029 di ruang kerjanya, Jumat, 15 Agustus 2025.
Alumni S2 dari universitas Wirabakti Makassar ini juga memang sering tampil beda dengan para politikus lain pada umumnya. Ia sangat paham dalam dunia politik tidak ada kawan dan lawan sejati. Artinya kawan bisa saja jadi lawan dan sebaliknya lawan bisa juga jadi kawan. Namun yang pasti berdasarkan fakta, ia sering mensupport lawannya untuk mendapatkan suara di dapilnya.
Ditanya kenapa membantu saingannya sebagai caleg? Alasannya ia juga harus bertanggung jawab sebagai Ketua DPD PKS, sehingga semua Caleg PKS baik sesama dapil maupun beda dapil harus mendapatkan support dari ketuanya.
“Intinya kalau semua bekerja maksimal bisa saja mendapatkan kursi lebih dari satu setiap dapil”, ungkap Anwar Faruq yang bukan hanya pemimpin politik tapi juga pemimpin sesungguhnya bagi umat Islam, khususnya sering berindak selaku Khatib sekaligus Imam Sholat Jum’at.
Karena itu perjalanan karier politiknya cemerlang menanjak pelan tapi pasti. Dulu selaku orang nomor wahid PKS di Kota Makassar, kini ia dinobatkan sebagai nahkoda PKS di level provinsi, yakni Ketua DPW PKS Provinsi Sulsel periode 2025 – 2029.(dar)













