Pendidikan

Mengaji dan Shalat Dhuha Bersama Jadi Pembiasaan Spiritual di UPTD SDN Sikeang

79
×

Mengaji dan Shalat Dhuha Bersama Jadi Pembiasaan Spiritual di UPTD SDN Sikeang

Sebarkan artikel ini

Mengaji dan Shalat Dhuha Bersama Jadi Pembiasaan Spiritual di UPTD SDN Sikeang

Mamuju Tengah, makassarpena.id – UPTD SDN Sikeang terus menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada peserta didik melalui kegiatan pembiasaan mengaji bersama dan Shalat Dhuha.

Kegiatan mengaji bersama dan Shalat Dhuha tersebut dilaksanakan di halaman UPTD SDN Sikeang pada Kamis, 10 September 2026, dan disaksikan oleh para guru sekolah.

Guru kelas UPTD SDN Sikeang, Subaeda, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan pembiasaan yang dilakukan di sekolah setiap minggunya dibuat secara bervariasi. Pembiasaan tersebut tidak hanya berorientasi pada perkembangan intelektual dan emosional peserta didik, tetapi juga menyentuh aspek spiritual.

“Setiap hari dalam seminggu, pembiasaan yang kami lakukan bervariatif. Bukan hanya berkaitan dengan intelektual maupun emosional, tetapi juga berkaitan dengan spiritual,” ujar Subaeda.

Ia menjelaskan, salah satu kegiatan pembiasaan yang dilakukan adalah MESA REGU, yang merupakan kegiatan mengaji bersama rekan guru. Kegiatan tersebut bertujuan agar peserta didik sejak dini dapat mengenal huruf Hijaiyah, mampu melafalkan dengan fasih, serta dapat membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab dalam membekali peserta didik dengan kemampuan membaca Al-Qur’an. Upaya tersebut tidak hanya mengandalkan pembelajaran mengaji di luar jam sekolah atau guru mengaji setelah pulang sekolah.

“Kami merasa bertanggung jawab untuk membuat mereka bisa mengaji sedini mungkin. Tidak hanya mengandalkan guru mengaji di jam pulang sekolah, tetapi sekolah juga bertanggung jawab akan hal itu,” jelasnya.

Kegiatan mengaji bersama dilaksanakan setiap hari Rabu, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan DHUBES (Dhuha Bersama) yang dilaksanakan setiap hari Kamis. Menurut Subaeda, kegiatan DHUBES telah terlaksana secara rutin selama kurang lebih tiga tahun.

Ia berharap melalui pembiasaan Shalat Dhuha, peserta didik tidak hanya terbiasa melaksanakan shalat wajib, tetapi juga memiliki kebiasaan melaksanakan shalat sunnah, salah satunya Shalat Dhuha.

“Kami berharap selain mereka taat pada shalat wajib, mereka juga terbiasa melaksanakan shalat sunnah, salah satunya Shalat Dhuha. Kami yakin kelak usaha pembiasaan ini akan membuat mereka terbiasa hingga menjadi sebuah kebutuhan spiritual,” ungkapnya.

Lebih jauh, ia berharap pembiasaan keagamaan yang dilakukan sejak dini dapat memberikan dampak positif terhadap pengalaman dan pembentukan akhlak peserta didik.

Dengan pembiasaan tersebut, para siswa diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki akhlak baik, memiliki kepedulian terhadap sesama, serta mampu menghindari perbuatan zalim atau tindakan yang dapat merugikan teman dan rekan sebayanya.

“Harapan kami, pembiasaan ini dapat membentuk anak-anak menjadi pribadi yang berakhlak baik dan takut melakukan kezaliman terhadap teman-teman maupun rekan sebayanya,” tutup Subaeda. (naryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *