Wujudkan Wilayah Ramah Anak, Pemkab Mamuju Tengah Resmi Luncurkan Program Tamasya
Mamuju Tengah, makassarpena.id – Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah resmi meluncurkan program inovatif Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) yang berpusat di Daycare Al-Fatih, Dusun Tallu Ngallo, Desa Tobadak, pada Rabu (14/10).
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan fasilitas publik yang aman, nyaman, dan suportif bagi fase tumbuh kembang emas anak-anak.
Acara peresmian ini dihadiri dan disaksikan langsung oleh Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat, Sekretaris Daerah Mamuju Tengah, Kepala Dinas BKKBN Mamuju Tengah, perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta Bunda PAUD Kabupaten Mamuju Tengah.
Sekretaris Daerah Kabupaten Mamuju Tengah, Litha Febriani, S.E., M.Si., dalam sambutan utamanya menegaskan bahwa “Tamasya” bukan sekadar sebuah singkatan atau nama program biasa, melainkan sebuah filosofi mendasar dalam membangun pondasi daerah yang ramah anak.
Melalui program ini, pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mengubah paradigma lama di masyarakat, di mana urusan kesejahteraan anak tidak boleh lagi hanya berfokus pada perlindungan dari tindak kekerasan fisik semata. Lebih dari itu, fokus utama kini dialihkan pada pemenuhan hak-hak dasar anak untuk dapat tumbuh dengan rasa bahagia, difasilitasi lingkungan yang sehat, serta mendapatkan perlindungan yang menyeluruh secara lahir dan batin.

Di dalam lingkungan Taman Tamasya ini, anak-anak tidak hanya sekadar menghabiskan waktu untuk bermain secara konvensional, melainkan dibimbing untuk bersosialisasi dan belajar saling menghargai satu sama lain sejak usia dini. Setiap aktivitas dirancang agar anak-anak mendapatkan stimulasi motorik dan kognitif yang optimal melalui penyediaan berbagai jenis permainan yang edukatif dan interaktif.
Di sisi lain, para orang tua yang menitipkan buah hati mereka kini dapat menjalani aktivitas pekerjaan dengan perasaan tenang, karena area operasional daycare ini telah dilengkapi dengan sistem keamanan yang memadai serta diawasi penuh oleh tenaga pengasuh yang kompeten.
Litha Febriani menaruh harapan besar bahwa kehadiran program Tamasya ini dapat menjadi wadah pembinaan untuk mencetak para pengasuh yang memiliki standar kompetensi tinggi dalam merawat anak usia dini (PAUD). Dengan adanya standardisasi pola asuh yang ketat dan profesional tersebut, hak-hak keselamatan dan kenyamanan anak yang dititipkan akan senantiasa terlindungi dengan baik.
Pemerintah daerah optimis bahwa investasi jangka panjang terhadap kualitas pengasuhan anak usia dini ini menjadi kunci utama bagi Kabupaten Mamuju Tengah dalam melahirkan generasi masa depan yang cerdas, berkarakter, dan berkualitas tinggi.
Sebagai bentuk komitmen terhadap keselamatan dan kedekatan emosional anak, Daycare Al-Fatih menerapkan regulasi ketat terkait rasio pendampingan antara pengasuh dan anak yang disesuaikan dengan tingkat usia. Untuk kategori anak usia bayi dan batita (0 hingga 2 tahun), diterapkan rasio khusus yaitu satu pengasuh hanya menjaga satu anak demi memastikan pemenuhan kebutuhan dasar yang intensif.
Sementara itu, untuk kategori anak usia 2 hingga 5 tahun, satu pengasuh dipercayakan untuk memegang maksimal dua anak agar pemantauan aktivitas bermain dan belajar edukatif tetap berjalan dengan kondusif, teratur, dan aman. (naryo)













