Politik

Tunaikan Zakat, Jagan Merasa Dipotong Hartanya, Tapi Penambah Rezeki

86
×

Tunaikan Zakat, Jagan Merasa Dipotong Hartanya, Tapi Penambah Rezeki

Sebarkan artikel ini

Tunaikan Zakat, Jagan Merasa Dipotong Hartanya, Tapi Penambah Rezeki

Makassar, makassarpena.id– Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq didaulat untuk menyampaikan Keynote Speech dan sekaligus membuka secara resmi acara Zakat Goes to Campus 2025 yang digelar oleh FOZ (Forum Zakat) di Gedung Phinisi Kampus UNM, Jl. AP. Pettarani, Rabu 20 November 2025.

Menurut Anwar Faruq, FOZ sebagai organisasi pengelola zakat se Indonesia yang memiliki 186 anggota dengan syiar gerakan Zakat Goes to Campus tentu memiliki potensi cukup besar dalam pengumpulan zakat. Selain itu tambah dia,  juga menjadi wadah untuk memperkuat gerakan zakat dengan civitas akademika kampus yang harapannya dapat mendukung dan siap menyambut visi Indonesia Emas 2045.

Politisi PKS yang akrab disapa Pak Ustadz itu menegaskan, jika mahasiswa sudah berperilaku muzakki (pemberi zakat) merupakan perbuatan yang sangat positif, terpuji dan edukatif.

Tindakan tersebu juga  lanjut Anwar Faruq, menunjukkan kesadaran beragama dan sosial sejak dini, serta menumbuhkan rasa kepedulian dan emphati kepada sesama yang membutuhkan.

Karena itu kata dia, tidak sempurna keislamannya seorang muslim jika tidak menunaikan zakat sebagai Rukun Islam ketiga setelah mendirikan sholat lima waktu.

Ia juga mengingatkan bahwa selaku muzakki, jangan merasa dipotong harta atau uangnya ketika mengeluarkan zakat, tapi justru sebagai berkah yang penambah rezeki lebih banyak.

Jika zakat dipandang dari aspek edukasi dan karakter, Legislator yang hobby merakyat ini memaparkan bahwa mahasiswa tentu belajar mengelola keuangan pribadinya, menyisihkan sebagian uang sakunya untuk kewajiban agama, dan memahami konsep keberkahan dalam harta.

Menurutnya, hal tersebut dapat mengajarkan mahasiswa untuk peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya dan merasakan pentingnya berbagi. Bahkan berzakat tambah dia, bisa melatih integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, yang merupakan karakter penting bagi calon pemimpin masa depan.

Begitu juga ditinjau dari aspek aspek sosial, Ketua DPW PKS Sulsel tersebut menekankan bahwa mahasiswa sering kali menjadi agen perubahan di masyarakat. Keterlibatan mereka dalam zakat dapat menginspirasi teman sebaya dan komunitas yang lebih luas untuk melakukan hal serupa.

Olehnya itu ia memaparkan lebih jauh bahwa  kontribusi kolektif mereka dalam menunaikan zakat sangat membantu meringankan beban mustahik (penerima zakat) di lingkungan kampus atau masyarakat sekitar.

“Secara keseluruhan, mahasiswa menjadi pemberi zakat merupakan langkah mulia yang menganugrahkan manfaat ganda, yakni pengembangan diri mahasiswa itu sendiri dan bantuan nyata bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.(dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *