Agama

HDMI Gelar SIDAK LINMAS di Masjid Jami Al Ittihad Toddopuli 7

100
×

HDMI Gelar SIDAK LINMAS di Masjid Jami Al Ittihad Toddopuli 7

Sebarkan artikel ini

HDMI Gelar SIDAK LINMAS di Masjid Jami Al Ittihad Toddopuli 7

Makassar-makassarpena.id. Sebagai wadah para generasi muda untuk menumbuh kembangkan talenta berorasi secara profesional diatas panggung atau mimbar melalui dakwah, maka HDMI Kota Makassar menggelar SIDAK LINMAS.

Ketua Himpunan Da’i Muda Indonesia (HDMI) Kota Makassar, Abdul Aziz Anwar, Lc menyampaikan kata sambutannya dalam acara SIDAK LINMAS (Silaturahmi Dakwah Lintas Masjid Subuh) di Masjid Jami Al Ittihad, Jl. Toddopoli VII, berupa ajakan yang ditujukan kepada seluruh jamaah subuh.

Ia mengajak bagi siapa saja jamaah yang mempunyai anak, cucu dan keluarga lainnya yang berumur muda dipersilahkan bergabung dalam HDMI Kota Makassar.

Menurut alumni universitas di Arab Saudi ini, organisasi yang dinahkodainya akan berupaya agar seluruh anggotanya mampu menjadi peceramah agama Islam yang andal dan profesional tanpa pandang berapa jumlah biaya yang harus dibayarkan.

“Jadi kami menerima undangan untuk mengisi berbagai macam ceramah agama seperti nasihat perkawinan, taziah, majelis taklim dan lainya tanpa menentukan biaya, tergantung keikhlasan tuan rumah,” ungkap Ketua HDMI tersebut kepada seluruh jamaah sholat subuh Masjid Jami Al Ittihad, Ahad, 20 Juli 2025.

Usai sambutan tersebut waktu dan kesempatan diambil alih oleh pemandu acara, Abil Toriq Syahputra,S.Pd      dengan mempersilahkan Syaiful Ash-Shiddiq, S.Pd.I untuk menyapaikan ceramahnya yang  bertema ‘Rajin Bersedekah Memperpanjang Umur’.

Syaiful Ash-Shiddiq, S.Pd.I menceritakan sebuah kisah seorang pemuda di jaman Nabi Ibarahim AS. Ketika itu pemuda tersebut menyampaikan pesta pernikahannya akan berlangsung esok hari, sedangkan malaikat yang menemui Nabi Ibrahim AS mengabarkan kalau ajal pemuda itu akan tiba sebelum hari esok.

Namun apa yang terjadi ternyata pesta pernikahan pemuda tersebut berlangsung sesuai jadwal yang sudah direncanakan. Artinya pemuda itu tidak meninggal dunia sesuai waktu yang diinformasikan malaikat yang ketemu Nabi Ibrahim AS.

Bahkan pemuda itu yang seharusnya tiba ajal sebelum pesta pernikahannya, tapi justru berpuluh tahun setelah pesta pernikahan masih hidup. Alhasil sesuai informasi malaikat kepada Nabi Ibrahim AS tampaknya pemuda itu beberapa saat sebrlum ajalnya tiba, ia menyedakahkan hartanya kepada orang orang miskin yang sangat butuh bantuan.

“Jadi jika kita ingin memanjangkan umur, maka rajinglah bersedekah dengan ikhlas,” ungkap Syaiful Ash-Shiddiq, S.Pd.I di hadapan jamaah subuh. (dn)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *