Agama

Bangga dan Haru, Proses Wisuda 96 Santri Pondok Pesantren Darul Arqam, Gombara Makassar

9
×

Bangga dan Haru, Proses Wisuda 96 Santri Pondok Pesantren Darul Arqam, Gombara Makassar

Sebarkan artikel ini

Bangga dan Haru, Proses Wisuda 96 Santri
Pondok Pesantren Darul Arqam, Gombara Makassar

Makassar, makassarpena.id – Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Lapangan Indoor, saat Pesantren Darul Arqam Gombara menggelar Wisuda Santri, pada hari Ahad/24 Mei 2026. Sebanyak 96 santri/santriwati terdiri dari 65 Santri dan 31 Santriwati resmi diwisuda setelah berhasil menyelesaikan studinya dengan membanggakan.

Acara Ramah Tamah ini dihadiri oleh Dr.Ahmad Namsun mewakili Walikota Makassar dan Mudir Pesantren Darul Arqam, Dr. Ir. Muh. Saiful Saleh, Ketua PW Muhammadiyah oleh Dr.KH. Hasan Lamabawa, Ketua Tim Pesantren Kanwil Kemenga Sulsel H.Mujahid Dahlan, dan Hasan Pinang Kasi PD Pontren Kemenag Makassar, para guru dan kyai pesantren Dr. Subandi Firdaus, dan Kyai Kamaruddin serta tokoh perempuan Muhammadiyah Dr. Haslinda, M.Pd.

Mudir Pondok Pesantren Darul Arqam, Dr. Ir. Muh. Saiful Saleh, dalam sambutannya menyampaikan bahwa wisuda ini bukanlah akhir perjalanan, melainkan awal tanggung jawab besar.

“Selamat buat anak-anak santri, belejar dan mendapatkan ijazah itu mudah tapi memeliharanya yang sulit. Hari ini kalian resmi menyandang alumni, tapi lanjutkan pendidikan anda ke jenjang yang lebih tinggi, ingatlah bahwa Al-Qur’an harus hidup dalam sikap, akhlak, dan keseharian kalian,” ujarnya penuh motivasi.

Prosesi Wisuda,

Rangkaian acara diawali dengan tilawah, lagu kebangsaan Indonesia Raya. Momen puncak terjadi saat para santri satu per satu menerima ucapan selamat dari hadirian dan disebutkan kelulusan dari pengasuh, disertai pemasangan selempang wisuda. Suasana penuh haru dan Syukur termasuk dari para orang tua santri dan seluruh hadirin yang menyaksikan proses tersebut.

Salah satu wisudawan terbaik, Mushaddiqul Fajr Tauhid, berhasil meraih wisudawan terbaik santri putra, dan Aisyah Fadhilah Syarif dari Santri Putri. Keduanya merasa bersyukur atas keberhasilan dari perjuangannya selama belajar di pondok pesantren di tengah padatnya aktivitas belajar formal.

“Tidak mudah, ada masa-masa futur (malas) dan bosan, tapi dukungan ustaz dan teman-teman membuat saya terus bertahan,” ujarnya.

Apresiasi untuk Orang Tua

Acara ini juga menjadi penghormatan besar bagi para orang tua yang telah ikhlas menitipkan dan mendoakan anak-anaknya. Salah seorang orang tua santri diwakili oleh H.Maruleng, MM, mengaku bangga dan bersyukur.

Dulu saya hanya bermimpi punya anak shaleh dan hafal Al-Qur’an, kini melihat anaknya sudah diwisuda, rasanya semua lelah dan biaya terbayar lunas,” ujarnya sambil menyeka air mata. (hp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *