Nilai Pendidikan Kurban dan Kepedulian Sosial
Makassar, makassarpena.id – Nilai pendidikan dalam ibadah kurban dan keteladanan Nabi Ibrahim AS menjadi tema pelaksanaan Salat Iduladha di Masjid Nurus Shalah, Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, yang dimulai pukul 06.30 WITA.
Hasan Pinang, Sekretaris Lembaga Dakwah IMMIM selaku khatib menekankan bahwa keteladanan keluarga Nabi Ibrahim AS bersama istrinya Siti Hajar dan putranya Ismail AS menjadi contoh penting dalam sejarah peradaban manusia.
“Ibrahim adalah sosok ayah yang berjiwa pendidik, yang selalu menyapa anaknya dengan penuh kasih sayang. Hal itu dibuktikan dengan panggilan yaa bunayya yang berarti ‘wahai anak kesayanganku’. Dari didikan itulah Ismail tumbuh menjadi anak yang taat, saleh, dan sabar,” ujar Hasan Pinang dalam khutbahnya.
Ia juga menjelaskan bahwa Nabi Ismail AS memanggil ayahnya dengan penuh penghormatan melalui ungkapan yaa abatiy yang berarti “wahai ayah panutanku”.

Sementara Siti Hajar digambarkan sebagai sosok istri yang taat kepada suami dan penuh kasih kepada anaknya. Ketiganya menunjukkan ketabahan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT untuk berkurban.
Bertindak sebagai imam Salat Iduladha yakni Al Hafizh Adnan Fawwaz dari PPTQ Al Imam Ashim Makassar. Lantunan ayat suci Al-Qur’an dengan suara merdu membuat pelaksanaan salat berlangsung khusyuk dan syahdu.
Melalui momentum Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, Ketua Pengurus Masjid Nurus Shalah, H. Muchlis A. Misbah, yang juga anggota DPRD Kota Makassar, berharap semangat kebersamaan, kepedulian sosial, dan nilai pengorbanan semakin mempererat persaudaraan antarwarga di Kota Makassar, khususnya di Kelurahan Karuwisi.
Pelaksanaan Salat Iduladha tahun ini dinilai sangat sukses. Masjid yang berkapasitas sekitar 700 jamaah tersebut dipenuhi warga hingga lantai dua dan area pekarangan masjid. (hp)













