Fraksi PKS Kolaborasi Pemerintah Sukseskan Program Pilah Sampah
Makassar, makassarpena.id – Wakil Ketua II DPRD Kota Makassar Anwar Faruq, S.Kom, M.M memberikan bukti nyata atas dukungan penuh terhadap program Pemkot Makassar memilah sampah. Dua kunci utama agar sukses, lakukan edukasi masif dan sistem pengangkutan yang terintegrasi.
Karena itu dalam program pengawasan penyelenggaraan pemerintah yang berlangsung di Hotel Grand Asia pada tanggal 8 dan 16 Juli 2026, khusus untuk Kelurahan Kassi-Kassi, maka Anwar Faruq yang juga dari Fraksi PKS DPRD Kota Makassar, menghadirkan Ketua RT, RW dan anggota Majelis Taklim Ummu Sakinah dan Majelis Taklim Darussalam selaku peserta.
Sedangkan yang hadir sebagai pemateri, selain Anwar Faruq sendiri, juga turut hadir Camat Rappocini, Yudistira Ekaputra Nugraha, S.STP, M. Adm. Pem, dan Lurah Kassi-Kassi Adhitya Zulkarnain Masdar, S.STP.
Menurut politikus PKS tersebut, pihaknya mendukung penuh program memilah sampah Pemerintah Kota Makassar (Pemkot) dengan syarat harus dilakukan edukasi masif dan sistem pengangkutan yang terintegrasi. Kebijakan ini, tambah dia, dinilai sebagai kunci utama untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan mensukseskan pengelolaan sampah modern.
Olehnya itu, Anwar Faruq yang juga Ketua DPW PKS Provinsi Sulsel menekankan, pilah sampah berawal dari rumah. Edukasi kepada warga harus digalakkan untuk membiasakan memilah sampah sejak dari sumbernya, yakni rumah tangga.
Ia juga mengatakan, pemerintah harus memastikan ketersediaan sarana pendukung seperti TPS3R (Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle) dan jadwal pengangkutan yang jelas sesuai kategori sampah.
‘TPS3R inilah sebagai prinsip dasar pengelolaan dan pelestarian lingkungan yang bertujuan untuk meminimalkan jumlah sampah,” ungkapnya usai acara di Hotel Grand Asia, Jl. Bolevard, 16 Juli 2026.
Legislator PKS tersebut juga memaparkan lebih jauh bahwa pihaknya juga mendukung penerapan teknologi berkelanjutan. Untuk menyukseskan program memilah sampah, tambah dia, maka perlu pemanfaatan sampah menjadi energi terbarukan atau Waste to Energy berbasis teknologi ramah lingkungan.
“Yang tidak kalah pentingnya adalah penguatan bank sampah. Keberadaan bank sampah di tingkat RT/RW dan kelurahan perlu diperkuat sebagai insentif ekonomi bagi masyarakat dalam memilah sampah,” pungkasnya.













