Festival Danau Tempe 2026, Angkat Keberagaman Sutra Wajo
Wajo, makssarpena. id- Sebanyak 28 Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Wajo mengikuti lomba Karnaval Adat dan Budaya Masyarakat Wajo yang menjadi salah satu rangkaian Festival Danau Tempe 2026. Kegiatan tersebut berlangsung meriah di Lapangan Merdeka Sengkang, Minggu (4/10/2026).
Karnaval mengusung tema “Palesuni Sumange’e” Ri Tana Wajo” yang bermakna menghidupkan dan menguatkan kembali adat serta budaya masyarakat Wajo.
Dalam kegiatan tersebut, masing-masing OPD menampilkan kreativitas melalui warna dan corak kain sutra Wajo yang dikenakan para peserta. Satu lembar sarung sutra dapat dikreasikan menjadi berbagai model busana, baik untuk laki-laki maupun perempuan.
Pelepasan peserta karnaval dilakukan oleh Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Hj. Fatmawati, S.Sos., M.Si.
Turut hadir Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, didampingi Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Wajo, Andi Hidayati, S.E., M.M., serta jajaran pemerintah daerah dan masyarakat.
Kehadiran pimpinan daerah dalam kegiatan tersebut memberikan semangat dan motivasi kepada seluruh peserta. Meskipun cuaca cukup terik, para peserta tetap antusias mengikuti rangkaian karnaval hingga selesai.
Karnaval ini tidak hanya menjadi ajang hiburan masyarakat, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkenalkan dan melestarikan adat serta budaya lokal Wajo. Tema “Palesuni Sumange’e ” Ri Tana Wajo” menjadi pesan bahwa adat dan budaya masyarakat Wajo harus tetap eksis di tengah derasnya perkembangan teknologi dan informasi serta pengaruh budaya dari luar.

Pelestarian budaya lokal dinilai penting agar generasi muda tetap mengenal dan mencintai identitas budaya daerahnya. Kreativitas peserta dalam mengolah kain sutra menjadi berbagai bentuk busana juga menunjukkan bahwa warisan budaya Wajo dapat terus dikembangkan mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai tradisinya.
Selain aspek budaya, Festival Danau Tempe 2026 juga memberikan dampak terhadap pergerakan ekonomi masyarakat. Kehadiran masyarakat dalam berbagai rangkaian kegiatan festival membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), termasuk pedagang kaki lima.
Salah seorang tokoh masyarakat Wajo yang ditemui Makassarpena.id di sela-sela kegiatan mengatakan, di tengah kondisi masyarakat yang menghadapi berbagai tantangan ekonomi, kegiatan seperti Festival Danau Tempe memberikan ruang bagi masyarakat untuk mencari penghasilan.
“Dalam situasi yang serba sulit, mulai dari persoalan antrean BBM hingga berbagai persoalan lainnya, kegiatan seperti ini tetap memberikan peluang bagi masyarakat untuk mendapatkan penghasilan, termasuk para pedagang kaki lima,” ujarnya.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang hadir dalam kegiatan festival, semakin besar pula peluang perputaran ekonomi bagi pelaku UMKM dan masyarakat kecil.
Festival Danau Temhpe 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan pemerintah daerah, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat identitas budaya Wajo sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.(hakim)













