AgamaUncategorized

Momentum Maulid Hadirkan Cahaya Nabi Muhammad dalam Diri Setiap Manusia

11
×

Momentum Maulid Hadirkan Cahaya Nabi Muhammad dalam Diri Setiap Manusia

Sebarkan artikel ini

Momentum Maulid Hadirkan Cahaya Nabi Muhammad dalam Diri Setiap Manusia

Makassar, makassarpena.id – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar mengenang hari kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat kecintaan kepada beliau dengan meneladani akhlak, perjuangan, dan ajaran yang diwariskan kepada seluruh umat manusia.

Rasulullah SAW diutus sebagai rahmat bagi semesta alam. Beliau mengajarkan nilai-nilai kejujuran, amanah, kasih sayang, persaudaraan, keadilan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai tersebut hendaknya terus dihidupkan dalam keluarga, lingkungan masyarakat, serta dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Di tengah berbagai tantangan zaman, umat Islam diajak menjadikan Al-Qur’an dan sunah Rasulullah SAW sebagai pedoman hidup. Selain memperbanyak shalawat kepada Nabi, umat juga diharapkan mempererat ukhuwah Islamiyah, menjaga persatuan, serta mendidik generasi muda agar memiliki akhlak mulia sebagaimana dicontohkan Rasulullah SAW.

Pesan tersebut disampaikan Al Habib Husen Ahmad bin Hamid dalam ceramahnya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Masjid Jami Al-Ittihad, Toddopuli VII, Makassar, Senin (31/8/2026). Kegiatan tersebut mengusung tema “Spirit Maulid Nabi: Memperkuat Ukhuwah, Moderasi Beragama, dan Kepedulian Sosial.”

Dalam tausiyahnya, Habib Husen mengingatkan jamaah agar tidak keliru dalam memaknai peringatan Maulid Nabi. Menurutnya, masih ada sebagian orang yang belum memahami hakikat peringatan Maulid secara utuh sehingga dengan mudah menyebutnya sebagai bid’ah.

“Peringatan Maulid merupakan bagian dari syiar Islam, bukan syariat yang menambah ajaran agama. Rasulullah SAW sendiri mengenang hari kelahirannya dengan berpuasa setiap hari Senin,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa peringatan Maulid hendaknya dijadikan sarana untuk semakin mengenal sosok Rasulullah SAW, memperdalam kecintaan kepada beliau, serta mengamalkan ajaran-ajarannya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ukuran kecintaan kepada Nabi bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga diwujudkan dalam akhlak, ibadah, dan kepedulian terhadap sesama.

Habib Husen juga mengajak umat Islam untuk menjadikan peringatan Maulid sebagai momentum memperkuat persatuan dan mempererat ukhuwah di tengah keberagaman masyarakat. Dengan meneladani sifat-sifat Rasulullah SAW, diharapkan tercipta kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh kasih sayang.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jami Al-Ittihad berlangsung khidmat dan dihadiri oleh tokoh agama, pengurus masjid, serta sekitar tiga ratusan jamaah yang mengikuti rangkaian maulid, shalawat, dan tausiyah hingga selesai.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini terasa semakin istimewa dengan kehadiran Majelis Zikir serta Tim Hadrah Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa yang turut memeriahkan acara.

Lantunan shalawat yang menggema, diiringi tabuhan hadrah yang harmonis, menghadirkan suasana religius dan penuh kekhusyukan. Jamaah yang memenuhi Masjid Jami Al-Ittihad Toddopuli VII tampak larut dalam untaian pujian kepada Rasulullah SAW, seraya menghayati makna cinta dan keteladanan beliau.

Penampilan Tim Hadrah Syekh Yusuf Al-Makassari Gowa mendapat sambutan hangat dari para jamaah. Alunan syair-syair maulid dan zikir yang dibawakan tidak hanya menambah semarak peringatan, tetapi juga menguatkan semangat kebersamaan, ukhuwah Islamiyah, serta kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW.

Di penghujung acara, panitia mengumumkan para pemenang lomba antarsantri, yang meliputi lomba hafalan surah pendek, serta lomba hias Maulid. Jamaah yang sejak awal mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh antusias tampak menunggu pengumuman tersebut. Suasana semakin semarak ketika nama-nama para juara diumumkan dan hadiah diserahkan kepada para pemenang, disambut tepuk tangan meriah dari seluruh hadirin.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami Al-Ittihad Toddopuli VII,  yang sebagian besar disponsori Ketua Takmir Masjid Jami Al Ittihad H. Andi Muhammad Gunawan ini, diharapkan menjadi sarana memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW, mempererat ukhuwah Islamiyah, serta menumbuhkan semangat mengamalkan nilai-nilai akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *