SMP Negeri 2 Mandalle, Potensi Terpendam di Pinggiran Utara Pangkep
Pangkep, makassarpena.id – SMP Negeri 2 Mandalle yang berlokasi di Desa Manggalung, Kecamatan Mandalle, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), merupakan salah satu dari dua sekolah menengah pertama negeri di Kecamatan Mandalle. Meski berada di wilayah pinggiran utara Kabupaten Pangkep, sekolah ini menyimpan potensi besar untuk melahirkan generasi berprestasi.
Berada di kawasan yang asri, aman, dan strategis, SMP Negeri 2 Mandalle menjadi tempat belajar bagi anak-anak di wilayah tersebut. Sekolah ini dipimpin oleh Kepala Sekolah M. Syair, S.Pd., M.M., yang terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan bagi peserta didik.
Saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (13/8/2026), M. Syair menyampaikan bahwa tahun ajaran 2026/2027 sekolah telah sukses melaksanakan Penerimaan Murid Baru (SPMB) dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) selama lima hari sesuai ketentuan yang berlaku.
“Sejak berdiri pada tahun 2006, sekolah ini telah mengalami tujuh kali pergantian kepala sekolah. Saat ini kami didukung oleh 13 tenaga pendidik, termasuk kepala sekolah, serta dua wakil kepala sekolah, yakni Wakasek Kesiswaan Aswal Alwi, S.Pd., dan Wakasek Sarana Prasarana Darmi, S.T., yang juga merangkap sebagai bendahara sekolah,” jelasnya.
Tahun ini, SMP Negeri 2 Mandalle menerima dua rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 48 peserta didik baru. Secara keseluruhan, jumlah siswa kelas VII, VIII, dan IX mencapai 124 orang.
“Kami berharap jumlah siswa baru terus meningkat setiap tahun, sehingga lulusan yang dihasilkan juga semakin berkualitas. Kami juga mengharapkan perhatian pemerintah dan masyarakat untuk membantu peningkatan sarana dan prasarana sekolah,” ujar M. Syair.
Ia menambahkan, sekolah memiliki target untuk meningkatkan prestasi akademik maupun nonakademik agar mampu bersaing di tingkat kecamatan hingga kabupaten. Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama.

“Sebenarnya banyak siswa kami yang memiliki potensi dan prestasi. Kendalanya, jika mengikuti perlombaan di ibu kota kabupaten, jaraknya cukup jauh karena sekolah ini berada di wilayah paling utara Kabupaten Pangkep,” katanya.
Selain itu, M. Syair mengungkapkan bahwa sekolah masih membutuhkan pembangunan pagar permanen serta renovasi beberapa ruang kelas yang kondisinya sudah memerlukan perbaikan.
“Sejak sekolah ini berdiri hingga sekarang belum memiliki pagar permanen. Usulan pembangunan sebenarnya pernah diajukan, tetapi saat pandemi Covid-19 anggarannya dialihkan. Tanpa pagar, ternak warga sering masuk ke lingkungan sekolah sehingga kebersihan sulit terjaga,” ungkapnya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana Prasarana, Darmi, S.T., mengatakan bahwa sekolah memberikan perhatian besar terhadap pembinaan akademik dan karakter religius peserta didik.
“Kami tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembinaan keagamaan. Bacaan salat, kemampuan membaca Al-Qur’an, hingga adzan terus dibina dan hasilnya cukup membanggakan,” ujarnya.
Terkait masih minimnya jumlah peserta didik baru, Darmi menilai faktor zonasi menjadi salah satu penyebab. Menurutnya, sejak diberlakukannya sistem zonasi, calon siswa dari luar wilayah tidak lagi dapat mendaftar dengan leluasa. Selain itu, keberadaan pondok pesantren di sekitar wilayah Mandalle juga menjadi pilihan bagi sebagian masyarakat.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, SMP Negeri 2 Mandalle tetap optimistis untuk terus berkembang. Dengan dukungan pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan, sekolah ini diyakini mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki dan mencetak generasi muda yang berprestasi serta berakhlak mulia.
(Hamza)













