Berita

Penutupan Mangrove Camp Blue Forest Tanah Rajae Bontomanai

103
×

Penutupan Mangrove Camp Blue Forest Tanah Rajae Bontomanai

Sebarkan artikel ini

Penutupan Mangrove Camp Blue Forest Tanah Rajae Bontomanai

Pangkep-makassarpena.id. Mangrove Camp Blue forest Desa Bontomanai Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan yang berlangsung sejak Sabtu, 26 Mei 2025 kemarin di pesisir pantai Tanah Rajae Bontomanai ini ditutup pada Minggu, 27 Juli 2025.

Ajang yang sesuai rencana berlangsung dua hari Sabtu – Minggu, 26 – 27 juli 2025 dibuka Camat Labakkang, Bahri tersebut hari ini dengan mata acara workshop ekoprin, ekobrik yang dipandu Fatimah dan Sapri diisi dengan penyerahan hadiah bagi para pemenang sebagai support pada kegiatan-kegiatan kali ini.

Kegiatan ini yang tahun ini mengangkat tema “Bersama Mangrove Membangun Pesisir Tangguh” diikuti komunitas muda, pegiat lingkungan, dan warga desa berlangsung dengan sukses, aman, tertib dan lancar.

Mangrove Camp International mangrove day (IMD) mengadakan berbagai aktivitas menarik mulai dari rehabilitasi mangrove secara ekologis (EMR), aksi bersih pantai, diskusi komunitas, pertunjukan seni, hingga workshop (ecoprint dan ecobrick) serta pengolahan hasil mangrove.

Sebagaimana disampaikan Direktur Blue Forests Rio Ahmad, Blue Forests menyelenggarakan berbagai kegiatan serentak di enam wilayah dampingan yang tersebar di Indonesia 26 – 27 Juli 2025. Mangrove Mood untuk Bangun Masa Depan Pesisir yang Lebih Baik dalam rangka memperingati IMD 2025.

“Mangrove Mood, sebuah kampanye yang bertujuan untuk membangun suasana, kesadaran, dan semangat bersama dalam mengenal mangrove dan membicarakan potensi dan ancaman mangrove di Indonesia,” ujarnya.

Dikatakannya, rangkaian kegiatan yang digelar menampilkan pameran foto mangrove, talkshow bersama pakar mangrove dan komunitas, serta pemutaran film dokumenter bertema mangrove di daerah pesisir. Perayaan ini bekerja sama dengan BASA Sulsel Wiki dan Rumata Art Space.

Mangrove Camp diselenggarakan untuk pemuda dan masyarakat pesisir, serta praktik langsung Ecological Mangrove Rehabilitation (EMR) sebagai pendekatan restorasi mangrove berbasis ekologi. Kegiatan ini dijalankan dengan kolaborasi bersama Pemerintah Desa Bontomanai dan komunitas-komunitas orang muda di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan.

Kades Bontomanai, H Erwin sempat meluruskan tanah AJB yang disentil menyampaikan, bahwa disebut tanah Rajae karena Tanah Rajae ini menjadi tempat pertemuan para raja-raja untuk bermusyawarah mengambil keputusan atau suatu kebijakan, bahkan pernah menjadi tempat pertemuan Kerajaan Makassar dan Kerajaan Mandar berkaitan dengan sementara berkonfliknya antara kerajaan Makassar dan Bone.

Dalam sambutan penutupan H Erwin berharap adik-adik komunikasi yang ada di Pangkep membina, membimbing komunitas yang ada di mana Lappung banyak yang masih belajar tapi bisa mengadakan kegiatan-kegiatan tanpa bantuan teman-teman sekalian.

“Saya pribadi sebagai kepala desa agak berat melaksanakan kegiatan seperti ini kalau sendiri. Tapi alhamdulillah ada yang support lewat sinergi dan kolaborasi kita telah sukses melaksanakan kegiatan ini,” lanjutnya.

Dia mengajak untuk terus komunikasi, informasi membangun pemikiran, dan mencintai lingkungan. semoga ditahun berikutnya kita bisa melaksanakannya lebih semara lagi, kita menjaga silaturahmi ini untuk ke depannya, dan satu kata yang ingin disampaikan pada IMD tahun 2025 ini luar biasa, tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *