Ketua RT, Garda Terdepan Pelayanan Publik
Oleh : Anwar Sanusi (Ketua Serikat Media Siber Indonesia) Sulsel
Makassar, makassarpena.id- Pemilihan Ketua RT se-Kota Makassar baru saja usai. Sejarah mencatat bahwa pada Rabu, 3 Desember 2025, gelaran lima tahunan ini menjadi pemilihan RT serentak pertama yang berlangsung di awal masa kepemimpinan Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin (Appi), dan karenanya banyak menuai sorotan.
Perhelatan pemilihan RT serentak tersebut tidak hanya menjadi ajang demokrasi di tingkat paling dasar, tetapi juga menjadi barometer dinamika politik lokal. Mekanisme baru yang diterapkan pemerintah kota, mendapat apresiasi sekaligus kritik dari berbagai kalangan.
Karena pemilihan RT ini berada di awal masa jabatan Appi, publik memandangnya sebagai ujian pertama bagi janji tata kelola pemerintahan yang lebih dekat dengan warga.
Sebagian pengamat lokal menilai bahwa keberhasilan atau kegagalan proses pemilihan ini akan menjadi indikator awal seberapa serius pemerintah kota mendorong transparansi dan partisipasi masyarakat.
Warga pun berharap setelah pemilihan, pemerintah lebih aktif memastikan Ketua RT terpilih dapat bekerja efektif, responsif, dan bebas dari kepentingan politik tertentu.
Sejumlah wilayah dilaporkan berjalan kondusif, meski tidak menutup kemungkinan munculnya gesekan kecil antar pendukung. Situasi seperti ini lazim terjadi mengingat figur RT sering kali sangat dekat dengan warga dan memiliki pengaruh sosial di lingkungannya.
Pemilihan juga memperlihatkan variasi pola kampanye: mulai dari pendekatan door-to-door, obrolan warung kopi, hingga penggunaan media sosial komunitas kecil. Hal-hal ini menunjukkan bahwa demokrasi di tingkat lokal tengah berkembang dan menyesuaikan diri dengan zaman.
Dengan berakhirnya pemungutan suara, kini perhatian beralih kepada para Ketua RT terpilih. Tantangan yang mereka hadapi tidak ringan: koordinasi dengan RW dan kelurahan, pengelolaan administrasi warga, hingga respons cepat terhadap isu sosial yang berkembang.
Di sisi lain, masyarakat berharap pemerintah kota tetap memantau kinerja RT, memberikan pelatihan, dan menghadirkan sistem evaluasi yang jelas. Hal ini penting agar peran RT tidak hanya menjadi simbol struktural, tetapi benar-benar menjadi garda terdepan pelayanan publik. (as)













