Pemerintahan

DLH Wajo Evaluasi Biaya Operasional Pengangkutan Sampah

13
×

DLH Wajo Evaluasi Biaya Operasional Pengangkutan Sampah

Sebarkan artikel ini

DLH Wajo Evaluasi Biaya Operasional Pengangkutan Sampah

Wajo, makassarpena.id – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo tengah melakukan perhitungan dan evaluasi terhadap kebutuhan biaya operasional pengangkutan sampah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara kebutuhan operasional dengan kemampuan anggaran yang tersedia, termasuk dalam mendukung pelayanan kebersihan di sejumlah kawasan pasar.

Kepala DLH Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., S.T., M.M., menyampaikan informasi tersebut melalui data yang dikirimkan kepada media Makassarpena.id pada Minggu (25/10/2026).

Menurutnya, evaluasi tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan keberlanjutan pelayanan pengangkutan sampah di Kabupaten Wajo agar pelaksanaannya tetap mempertimbangkan kebutuhan operasional dan ketersediaan anggaran.

“Untuk sementara, kami masih menghitung kebutuhan biaya operasional pengangkutan sampah. Apabila nantinya biaya yang tersedia tidak mencukupi untuk menutupi kebutuhan operasional, maka akan ada penyesuaian terhadap pelayanan pengangkutan sampah di sejumlah lokasi pasar,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, apabila penyesuaian pelayanan tersebut harus dilakukan, pihak pengelola pasar diharapkan mengambil peran lebih aktif dalam penanganan sampah yang dihasilkan di kawasan pasar.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengangkut sampah dari kawasan pasar secara mandiri ke Tempat Pemrosesan Akhir (TPA), dengan tetap memperhatikan mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Andi Fakhrul Rijal, pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif pengelola pasar, pedagang, dan masyarakat.

Oleh karena itu, sinergi seluruh pihak sangat diperlukan untuk mencegah penumpukan sampah yang berpotensi mengganggu kebersihan, kenyamanan, serta kesehatan lingkungan.

“Kami berharap pihak pengelola pasar dapat memahami kondisi ini dan ikut mengambil tanggung jawab dalam pengelolaan sampah. Kebersihan pasar merupakan tanggung jawab bersama, sehingga diperlukan kerja sama agar lingkungan pasar tetap bersih, sehat, dan nyaman,” ujarnya.

DLH Kabupaten Wajo berharap hasil evaluasi biaya operasional tersebut dapat menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pelayanan pengangkutan sampah ke depan.

Melalui evaluasi ini, pemerintah daerah juga mendorong terciptanya sistem pengelolaan sampah yang lebih tertib, efektif, dan berkelanjutan, dengan tetap mengedepankan pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan seluruh pihak yang terlibat.

Dengan demikian, upaya menjaga kebersihan lingkungan, khususnya di kawasan pasar, diharapkan dapat terus berjalan melalui kerja sama dan kesadaran bersama. (hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *