Pemerintahan

Wabup Wajo Paparkan Penurunan Stunting dalam Rakor Evaluasi TPPS Sulsel

17
×

Wabup Wajo Paparkan Penurunan Stunting dalam Rakor Evaluasi TPPS Sulsel

Sebarkan artikel ini

Wabup Wajo Paparkan Penurunan Stunting dalam Rakor Evaluasi TPPS Sulsel

Wajo, makassarpena.id – Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Evaluasi Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan yang dihadiri Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Ketua TPPS Provinsi Sulawesi Selatan, serta para ketua TPPS, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Bappeda kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan di kantor Gubernur Sul Sel. Informasi kegiatan Rakor tersebut di kirim lansung oleh Wakil Bupati Wajo, dr H Baso Rahmanuddin, kepada makassarpena. id- melalui WhatsApp, Rabu malam,(7/10/ 2026)

Rakor tersebut menjadi forum koordinasi dan evaluasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya mempercepat penurunan prevalensi Stunting di Sulawesi Selatan.

Dalam pertemuan tersebut, Wakil Gubernur Sulawesi Selatan menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah daerah dan sektor terkait, dalam merancang serta melaksanakan strategi yang tepat dan berkelanjutan.

Menurutnya, penanganan Stunting tidak dapat dilakukan secara parsial, tetapi membutuhkan keterlibatan berbagai sektor agar intervensi yang dilakukan dapat menyentuh akar permasalahan dan memberikan dampak nyata terhadap penurunan prevalensi Stunting di setiap kabupaten/kota.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, memaparkan perkembangan prevalensi Stunting di Kabupaten Wajo.

Ia menyampaikan bahwa angka prevalensi Stunting di Kabupaten Wajo menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan. Berdasarkan data yang dipaparkan, prevalensi Stunting yang berada pada angka 28,6 persen pada 2022 menurun menjadi 27,2 persen pada 2023, kemudian kembali turun menjadi 20,5 persen pada 2024.

“Alhamdulillah, prevalensi Stunting di Kabupaten Wajo mengalami penurunan yang cukup signifikan. Dari 28,6 persen pada tahun 2022, turun menjadi 27,2 persen pada 2023, kemudian kembali turun menjadi 20,5 persen pada 2024. Untuk data terbaru masih dalam proses rilis,” ujar DBR, sapaan akrab Wakil Bupati Wajo.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Veni Hadju, MSc., PhD., yang menjadi salah satu narasumber dalam rakor tersebut, mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap persoalan wasting atau kondisi kekurangan gizi akut.

Menurut Prof. Veni, wasting perlu mendapatkan perhatian serius karena kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya Stunting apabila tidak ditangani secara tepat dan cepat.

Karena itu, diperlukan strategi intervensi yang tepat pada setiap lapisan permasalahan yang berkaitan dengan Stunting, mulai dari pencegahan, penanganan kekurangan gizi, hingga penguatan intervensi berbasis keluarga dan masyarakat.

Rakor evaluasi TPPS tingkat Provinsi Sulawesi Selatan tersebut diharapkan semakin memperkuat koordinasi pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam menjalankan program percepatan penurunan Stunting secara terpadu, terukur, dan berkelanjutan. (hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *