Uncategorized

Kirab Obor Porprov Sulsel XVIII 2026, Simbol Persatuan Wajo dan Bone

26
×

Kirab Obor Porprov Sulsel XVIII 2026, Simbol Persatuan Wajo dan Bone

Sebarkan artikel ini

Kirab Obor Porprov Sulsel XVIII 2026, Simbol Persatuan Wajo dan Bone

Wajo, makassarpena.id – Bupati Wajo, H. Andi Rosman, S.Sos., M.M., memimpin langsung kirab obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII Tahun 2026 sebagai bagian dari rangkaian menyambut pelaksanaan pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.

Kirab obor ini menjadi momentum penting yang melambangkan semangat persatuan, persaudaraan, sportivitas, dan kebersamaan dalam menyukseskan Porprov Sulsel XVIII yang diselenggarakan di dua kabupaten, yakni Wajo dan Bone.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Andi Rosman tampak mengendarai sepeda motor bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), diantaranya Kapolres, Dandim, pimpinan DPRD, serta Ketua KONI Kabupaten Wajo.

Kirab obor dimulai dari rumah jabatan (Rujab) Bupati Wajo di Jalan Veteran, Sengkang. Selanjutnya, rombongan melintasi sejumlah ruas jalan utama, yakni Jalan Bau Baharuddin, Jalan WR Supratman, Jalan Andi Ninnong, Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Jenderal Ahmad Yani, Jalan Andi Pettarani, Jalan Wolter Monginsidi, Jalan Sultan Hasanuddin, Jalan Bosowa, hingga menuju Poros Wajo-Bone.

Setibanya di wilayah perbatasan Kabupaten Wajo dan Bone, rombongan kirab obor yang dipimpin Bupati7 Andi Rosman disambut langsung oleh Pemerintah Kabupaten Bone, dalam hal ini Bupati Bone, Andi Asman.

Pada kesempatan tersebut, Andi Rosman secara simbolis menyerahkan obor Porprov kepada Bupati Bone. Ia juga memasangkan kain sutra kepada Bupati dan Wakil Bupati Bone sebagai bentuk penghormatan sekaligus simbol persaudaraan antara kedua daerah.

Prosesi penyerahan obor tersebut menandai dimulainya estafet api Porprov Sulsel XVIII yang akan berlangsung di Kabupaten Wajo dan Kabupaten Bone. Adapun pembukaan kegiatan olahraga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion La Patau, Watampone.

Penyerahan obor di perbatasan kedua kabupaten ini memiliki makna tersendiri, yakni memperkuat hubungan persaudaraan, semangat kebersamaan, dan komitmen kedua daerah sebagai tuan rumah bersama.

Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Wajo tersebut sekaligus menunjukkan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut kedatangan para atlet, ofisial, dan tamu dari berbagai kabupaten/kota se-Sulawesi Selatan.

Bupati Wajo, Andi Rosman, mengatakan bahwa kirab obor Porprov Sulsel XVIII bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan simbol semangat, persatuan, dan kebersamaan seluruh masyarakat Sulawesi Selatan dalam menyukseskan pesta olahraga empat tahunan tersebut.

“Kirab obor ini menjadi simbol semangat dan persatuan. Kita ingin semangat Porprov berkobar di hati seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Wajo, untuk bersama-sama menyukseskan kegiatan ini,” ujar Andi Rosman.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sinergi antara Pemerintah Kabupaten Wajo dan Pemerintah Kabupaten Bone sangat diperlukan mengingat kedua daerah tersebut dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Porprov Sulsel XVIII.

“Insya Allah, kami dari Pemkab Wajo siap dan terus berkoordinasi dengan Pemkab Bone. Kami berdua adalah tuan rumah, maka komunikasi dan sinergi itu sangat penting,” ungkapnya.

Selain itu, Andi Rosman mengajak seluruh masyarakat Wajo dan Bone untuk bersama-sama menunjukkan keramahan sebagai tuan rumah serta memberikan kesan positif kepada seluruh kontingen yang datang dari berbagai kabupaten/kota di Sulawesi Selatan.

“Kita ingin Wajo dan Bone menjadi tuan rumah yang ramah, aman, dan memberikan kesan yang baik bagi seluruh atlet, ofisial, serta tamu yang datang. Mari kita sambut dengan penuh kekeluargaan dan tunjukkan bahwa masyarakat Wajo siap menyukseskan Porprov Sulsel XVIII,” tandasnya.(hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *