Pendidikan

Diduga Terima Fee dari Calon Kepala Sekolah

11
×

Diduga Terima Fee dari Calon Kepala Sekolah

Sebarkan artikel ini

Diduga Terima Fee dari Calon Kepala Sekolah

Makassar, makassarpena.id – Berhembus kabar adanya dugaan tidak dilibatkannya Kepala Dinas Pendidikan (Kadis) Kota Makassar dalam penetapan kepsek dari seleksi calon kepala sekolah (Kepsek) marak jadi pembicaraan.

Tidak hanya Kadis, Kepala bidang (Kabid) SMP dan SD pun disebut sebut tidak ikut dilibatkan dalam penetapan kepsek.

Belakangan nama pejabat Kabid Guru Tenaga Kependidikan (GTK) terseret seret, Kabarnya Kepala bidang GTK dan Kepala Seksi (Kasi) terlibat dugaan adanya permintaan fee kepada calon Kepsek yang akan ditetapkan.

“Yang bermain disini Kabid dan Kasinya. Mereka bermanuver ke sejumlah calon kepala sekolah, bahkan melalui keduanya setoran dugaan uang fee disetor,” ujar sumber terpercaya LEGIONNEWS.COM, Jumat (25/6)

Sumber terpercaya lainnya bahkan menyampaikan adanya dugaan setoran fee yang diserahkan ke kedua pejabat di Dinas Pendidikan Kota Makassar.

“Tidak usah saya sebutkan namanya. Soalnya nama ini sudah familiar di kalangan Kepsek,” katanya.

Saat ditanya besaran nilainya, Sumber terpercaya itu mengungkapkan bahwa besaran nilai bervariasi tergantung kualifikasi sekolah.

“Kalau sekolah unggulan beda dengan sekolah non unggulan. Nilai terkecilnya Rp50 juta itu yang saya dapatkan informasinya,” ujar sumber terpercaya itu.

Dugaan adanya dugaan penerimaan fee dibantah Kepala Bidang Guru Tenaga Kependidikan (Kabid GTK), Muh. Yunus Sanusi, S.Pd, M.Pd.

“Kalau ada tudingan seperti itu silahkan buktikan. Kalau ada hal hal seperti ini terus menerus diumbar di hadapan publik tentunya akan saya pertimbangkan secara hukum,” tegasnya.

Yunus pun menjelaskan dirinya saat itu baru menjabat sebagai Kabid GTK, seluruh proses seleksi telah selesai dilakukan.

Ia lalu menyampaikan untuk seleksi calon kepala sekolah melibatkan Sekda, BKPSDM, Inspektorat dan Kadis Pendidikan Kota Makassar.

Terpisah Kepala Seksi (Kasi) GTK, Dr Syarief membantah tudingan terlibat dalam pertemuan di hotel untuk mengatur calon kepala sekolah adalah kabar bohong. Bahkan tudingan yang dialamatkan ke dirinya ada fitnah.

“Hoax kalau saya dilibatkan di hotel pertemuannya. Dibuktikan, Bahwa saya pribadi atur-atur kepsek, bahkan saya hindari bersentuhan langsung,” katanya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *