Berita

Usia PDAM Ratusan Tahun, Didanai Tiga Sumber, Krisis Air Bersih Masih Melanda

36
×

Usia PDAM Ratusan Tahun, Didanai Tiga Sumber, Krisis Air Bersih Masih Melanda

Sebarkan artikel ini

Usia PDAM Ratusan Tahun, Didanai Tiga Sumber, Krisis Air Bersih Masih Melanda

Makassar, makassarpena.id – PDAM Kota Makassar berdiri sejak jaman penjajahan tepatnya tahun 1924, maka usianya sudah lebih dari satu abad, sekitar 102 tahun. Dengan usia terbilang sangat matang itu tentu memiliki segunung pengalaman untuk memenuhi kebutuhan air bersih seluruh warga Kota Makassar.

Begitu juga dalam rangka melaksanakan pembangunan dan perluasan fasilitas, PDAM didanai melalui tiga sumber utama, yakni pertama, laba usaha (dana cadangan perusahaan): laba bersih perusahaan yang disisihkan dan diakumulasikan sebagai dana cadangan.

Kedua, penyertaan modal pemerintah yaitu hibah non-kas serta suntikan dari APBN melalui pemerintah pusat, maupun kas daerah dari Pemerintah Kota Makassar.

Ketiga, dana hibah Pemerintah Pusat yaitu dukungan dana khusus untuk perluasan jaringan, seperti proyek sambungan langsung gratis ke Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Terbukti pada tahun 2016, perusahaan umum daerah tersebut mendapat kucuran dana hibah dan pemutihan hutang sebesar Rp 236 miliar. Pemutihan hutang pokok dan non-pokok itu dilakukan dalam beberapa gelombang restrukturisasi, salah satu yang terbesar adalah Rp. 236 miliar tersebut.

Sedangkan Pemerintah Kota Makassar juga memberikan dana segar Rp. 6 miliar pada tahun 2024 untuk mendukung operasional IPAL (Instalasi pengolahan Air limbah). Dana tersebut disalurkan melalui APBD.

Pada saat itu juga kinerja PDAM mencatat saldo cadangan sebesar Rp. 24 miliar dari laba usaha tahun 2024. Bahkan PDAM menyetor deviden kepada Pemerintah Kota Makassar sebesar Rp. 11,6 miliar.

Namun kekuatan yang dimiliki PDAM, baik ditinjau dari sisi usia maupun pendanaan itu cukup besar, Namun hingga kini ia belum mampu mengatasi krisis air bersih yang melanda belasan ribu warga yang tersebar di 18 kelurahan di bagia utara Kota Makassar.

Menurut keterangan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Abdul Muhari kepada awak media, Minggu, 12 Juli 2026 bahwa kelurahan tersebut yang berada di 4 Kecamatan Ujung Tanah, Tallo, Tamalanrea dan Biringkanaya dilanda krisis air bersih akibat musim kemarau.

Berdasarkan fakta kasus di lapangan, jangankan PDAM bisa mengatasi krisis air bersih di bagian Utara Kota Makassar, menyelesaikan kebocoran pipa saluran yang hanya butuh hitungan menit saja dan biaya tidak sampai Rp. 10.000,-, namun butuh waktu tahunan baru bisa diatasi.

Begitu juga mendeteksi kebocoran pipa saluran tersebut secara kasak mata begitu mudah, karena pada saat malam hari apalagi tengah malam sangat kencang air mengalir keluar dari pipa saluran.

Peristiwa tersebut terjadi di kompleks Permata Hijau Permai, dimana sekitar 25 pelanggan sudah berulang-ulang dan tahunan mengadu akibat air PDAM berbau dan keruh, namun tidak ada penyelesaian.

Karena warga sebagai pelanggan merasa diabaikan, maka mereka mengadukan ke Wakil Ketua DPRD Kota Makassar, Anwar Faruq, S.Kom,.M.M. Akhirnya peristiwa yang berlangsung sejak 2024 itu baru bisa diselesaikan pada Juni 2026 melalui fungsi pengawasan DPRD yang mendesak agar pihak PDAM memberi solusi.

Sesuai data yang dihimpun wartawan MP bahwa salah satu penyebab kerugian yang dialami PDAM adalah kebocoran pipa saluran air mencapai 40 – 50%, ternyata ada relevansi dengan peristiwa tersebut. Berarti jika pelanggan aktif PDAM sekitar 180 ribu lebih, maka ada air bersih terbuang bisa menyuplai sekitar 90 ribu pelanggan.

Sementara itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Makassar, Hartono, S.E., M.Si menanggapi peristiwa tersebut bahwa itulah akibat kalau karyawan kurang peduli terhadap kepentingan perusahaan.

Namun Kepala Seksi Hubungan Masyarakat PDAM Kota Makassar, Hasan Boy yang dikontak lewat Whats APP, mengatakan bahwa pihaknya sangat berterimakasih atas peristiwa itu sebagai pembelajaran, dan memon maaf kepada pelanggan. (dar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *