Politik

Tumbuhkan Kepedulian lingkungan menjadi Karakter peserta didik sejak dini

7
×

Tumbuhkan Kepedulian lingkungan menjadi Karakter peserta didik sejak dini

Sebarkan artikel ini

Tumbuhkan Kepedulian lingkungan menjadi Karakter peserta didik sejak dini

Makassar, makassarpena.id – Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan daerah tahun anggaran 2026 angkatan X (sepuluh) berlangsung di Hotel Karebosi Premier, Jumat, 28 Agustus 2026. Anggota DPRD Kota Makassar, A. Odhika Cakra Satriawan melaksanakan kegiatan tersebut bersama Dinas Pendidikan Kota Makassar.

Pengawasan itu menjadi momentum terbaik untuk memperkuat komunikasi antara legislatif, pemerintah daerah, dan masyarakat, khususnya dalam membahas arah kebijakan pendidikan di Kota Makassar. Sejumlah isu penting turut mengemuka, mulai dari pendidikan berwawasan lingkungan hingga pengembangan minat, bakat, dan kreativitas peserta didik.

Kurniati, Kabid. SD, selaku narasumber memaparkan, pentingnya memasukkan pendidikan lingkungan ke dalam proses pembelajaran. Menurutnya, sekolah tidak hanya berperan dalam meningkatkan kemampuan akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab membentuk karakter peserta didik yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

“Pendidikan lingkungan perlu diintegrasikan ke dalam kurikulum agar kepedulian terhadap lingkungan tumbuh menjadi bagian dari karakter peserta didik sejak dini,” ungkap Kurniati.

Menurutnya, penerapan pendidikan lingkungan membutuhkan keterlibatan seluruh unsur di lingkungan sekolah. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten dapat menjadi langkah awal dalam membangun budaya sekolah yang lebih peduli terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

“Sekolah peduli dan berbudaya lingkungan bukan hanya soal program, tetapi bagaimana seluruh warga sekolah membangun kebiasaan positif secara berkelanjutan,” jelasnya.

Sedangkan narasumber lainnya, Arighie Amier membahas Program Pembinaan Minat Bakat dan Kreativitas Siswa. Program tersebut diarahkan untuk menggali sekaligus mengembangkan potensi peserta didik melalui berbagai kegiatan di bidang seni, olahraga, maupun akademik.

“Pembinaan minat dan bakat merupakan upaya memberikan ruang kepada siswa untuk menemukan serta mengembangkan potensi yang mereka miliki,” kata Arighie.

Arighie juga menjelaskan, proses pembinaan juga perlu dilakukan secara bertahap dan berkelanjutan agar potensi siswa dapat berkembang secara optimal. Berbagai kompetisi dan pembinaan berjenjang menjadi sarana untuk memberikan pengalaman sekaligus membangun kepercayaan diri peserta didik.

“Kompetisi bukan semata-mata mengejar kemenangan, tetapi menjadi proses pembelajaran untuk membentuk mental, kreativitas, disiplin, dan rasa percaya diri siswa,” tuturnya.

Dalam pemaparan narasunber juga menegaskan, pentingnya dukungan terhadap siswa yang memiliki kemampuan di luar bidang akademik. Seni, olahraga, dan berbagai bentuk kreativitas merupakan bagian dari potensi pendidikan yang perlu mendapatkan perhatian. Sinergi antara sekolah dan pemerintah daerah dinilai penting agar program pembinaan dapat berjalan lebih terarah serta mampu menjangkau lebih banyak peserta didik.

Acara tersebut dipandu oleh Moderator Wiwiek Pratiwi, S. Sos, yang mengarahkan jalannya diskusi agar pembahasan tetap fokus pada persoalan pendidikan dan kebutuhan peserta didik. Forum berlangsung interaktif dengan peserta memperoleh kesempatan menyampaikan pandangan sekaligus menggali lebih jauh materi yang telah dipaparkan oleh para narasumber.

Dipenghujung acara, peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan. Salah satu pertanyaan yang mengemuka berkaitan dengan penerapan pendidikan lingkungan di sekolah yakni, bagaimana memastikan integrasi pendidikan lingkungan tidak hanya berhenti pada materi pembelajaran, tetapi benar-benar diterapkan melalui kebiasaan dan kegiatan sehari-hari di sekolah.

Pertanyaan lainnya menyoroti pemerataan kesempatan bagi peserta didik dalam mengembangkan potensi. Apa strategi yang dapat dilakukan agar program pembinaan minat dan bakat dapat memberikan kesempatan yang lebih luas kepada siswa, termasuk mereka yang memiliki kemampuan tetapi belum memiliki akses mengikuti kompetisi atau pembinaan.

Pertanyaan tersebut menjadi bagian dari diskusi yang memperkaya perspektif mengenai penguatan kualitas pendidikan di Kota Makassar.

Melalui kegiatan tersebut, DPRD Kota Makassar bersama Dinas Pendidikan diharapkan dapat terus memperkuat evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program pendidikan.

Penguatan pendidikan lingkungan serta pembinaan minat, bakat, dan kreativitas siswa menjadi langkah penting dalam menciptakan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, kreativitas, kepedulian, dan daya saing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *