Politik

Perspektif Terhadap Baca Isu, Respon Aspirasi dalam Refleksi Akhir Tahun

103
×

Perspektif Terhadap Baca Isu, Respon Aspirasi dalam Refleksi Akhir Tahun

Sebarkan artikel ini

Perspektif Terhadap Baca Isu, Respon Aspirasi dalam Refleksi Akhir Tahun

Makassar, makassarpena.id – Refleksi akhir Tahun, Baca Isu dan Respon Aspirasi sebagai tema dalam diskusi publik yang digelar Sekretariat DPRD Kota Makassar, di Hotel Aston, Jl. Sultan Hasnuddin, Rabu, 24 Desember 2025.

Usai mengikuti acara yang dihadiri Walikota Makassar, Munafri Arifuddin dan seluruh jajaran pimpinan DPRD Kota Makassar tersebut, dimana Anwar Faruq juga sebagai salah satu unsur pimpinan (Wakil Ketua II) mengungkapkan perspektifnya terhadap tema itu kepada awak media.

Berdasarkan sudut pandangnya bahwa membaca isu secara efektif tidak berarti hanya mengetahui masalahnya, tetapi juga memahami akar, konteks, dan dampaknya.

Membaca isu, tambah dia, juga memerlukan kemampuan berpikir kritis untuk menganalisis berbagai masalah, memahami perspektif yang berbeda, dan mengidentifikasi argumen yang kuat. Hal ini dilakukan untuk membantu membedakan antara isu faktual dan sekadar kabar angin atau desas-desus.

Anwar Faruq yang juga Ketua DPW PKS Sulsel menegaskan, yang tidak kalah pentingnya juga adalah perluasan wawasan. Proses ini, lanjut dia, dimaksudkan memperkaya pengetahuan tentang dinamika sosial, ekonomi, dan politik, yang esensial untuk perumusan solusi yang relevan.

Menurutnya, bahkan dibutuhkan analisis mendalam, karena isu publik  merupakan permasalahan sosial yang memerlukan intervensi serta dipengaruhi oleh nilai-nilai moral masyarakat. Analisis yang baik, lanjut Anwar Faruq, mencakup pengkajian persoalan, penentuan tujuan, perumusan alternatif, dan penilaian dampaknya.

Sementara itu terkait respon aspirasi secara efektif, politisi PKS tersebut memaparkan, penerapan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), dimana respon yang efektif didasarkan pada analisis kritis, transparansi, dan komunikasi yang persuasif.

“Karena itu respons terhadap aspirasi masyarakat harus bertujuan untuk memenuhi kebutuhan informasi publik, membangun kepercayaan, dan mengarah pada perbaikan kondisi kehidupan masyarakat,” ungkapnya.

Menyinggung soal transparansi dan akuntabilitas, legislator PKS tersebut menjelaskan, keterbukaan informasi publik adalah pilar utama pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Kinerja institusi perlu dipertanggungjawabkan kepada publik, mendorong efisiensi dan efektivitas pelayanan publik.

Olehnya itu, tambah dia, dibutuhkan strategi komunikasi publik yang mampu memenuhi kebutuhan informasi, memberikan pembaruan, dan mengumpulkan respon dari publik. Dalam hal ini harus melibatkan penggunaan bahasa yang jelas, mudah dimengerti, dan persuasif.

Dalam kondisi seperti ini, kata dia, diperlukan partisipasi publik, karena aspirasi masyarakat menjadi kunci utama dan instrumen penting dalam perbaikan kebijakan dan pelayanan publik. Mekanisme partisipatif, seperti konsultasi publik, membantu pembuat kebijakan memahami dan mencerminkan aspirasi kolektif.

Kemudian ia menegaskan, harus didukung manajemen reaksi publik, terutama dalam situasi krisis atau isu sensitif, penting untuk mengelola reaksi publik dengan tenang dan menggunakan media monitoring untuk mengidentifikasi saluran penting dan menyempurnakan pesan utama.

“Kata kuncinya yakni membaca isu dan merespons aspirasi merupakan proses dinamis yang saling terkait, membutuhkan pendekatan yang didasari oleh etika, fakta, dan komitmen terhadap kepentingan bersama,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *