AgamaUncategorized

Pengurus DKM Darul Mukhlisin Beroanging Janji Akan Menjadikan Kampung Beriman

86
×

Pengurus DKM Darul Mukhlisin Beroanging Janji Akan Menjadikan Kampung Beriman

Sebarkan artikel ini

Pengurus DKM Darul Mukhlisin Beroanging Janji Akan Menjadikan Kampung Beriman

Makassar, makassarpena.id – Pengukuhan Dewan Kemakmuran Masjid ( DKM ) Darul Mukhlisin Beroanging, Kelurahan Suangga, Kecamatan Tallo, Kota Makassar diawali dzikir dan doa bersama Selasa, 20 Januari 2026.

Pengukuhan Pengurus DKM Darul Mukhlisin periode  2026 – 2028 dirangkaikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW, dan turut diramaikan tim salawat Majelis Taklim Masjid Ihyaul Jamaah Lembo.

Usai dikukuhkan Ketua DKM Darul Mukhlisin Beroanging, Dr. KH. Masykur Yusuf, M.Ag, mengatakan bahwa masa khidmat selama dua tahun ini akan mencoba membuktikan bahwa orang Beroanging bisa juga mengurus masjid dengan baik.

KH. Masykur juga berjanji akan melakukan berbagai upaya dalam rangka memajukan dan memakmurkan Masjid Darul Mukhlisin melalui berbagai program, termasuk membentuk TPQ, Majelis Taklim, dan juga akan membawa kampung ini menjadi kampung beriman.

Ketua Dewan Pembina DKM Darul Mukhlisan, Hj. Nismawati Malik, SE, mengatakan fungsi masjid bukan saja digunakan untuk salat lima waktu tetapi sebagai pusat perabadan dan tempat pembinaan umat.

” Komitmen kita bersama mengurus masjid ini menjadi sarana ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya. Olehnya itu, saya berharap peran serta pengurus dan jamaah untuk bersama menjaga dan memakmurkan Masjid Darul Mukhlisin ini sebagai tempat pembinaan umat,” imbuhnya.

Ridwan, S.Pd, Ketua Dewan Pimpinan Cabang  Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tallo, dalam sambutan sekaligus tausyiahnya menyampaikan bahwa, orang yang meninggalkan solat  bagaikan orang yang berjalan tanpa kepala.

“Isra Mi’raj terjadi karena perintah Allah, karena Nabi Muhammad diperjalankan bukan jalan sendiri,” ujarnya.

Dan dibalik peristiwa Isra Mi’raj tersimpan banyak makna mendalam, bukan sekadar kisah perjalanan Nabi Muhammad SAW, tetapi juga pesan spiritual, dan moral bagi umat Islam.

Peristiwa ini katanya, mengajarkan bahwa iman tidak selalu tunduk pada batas akal, tetapi pada keyakinan kepada Allah Yang Maha Kuasa.

“Isra Mi’raj bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihayati, terutama dengan menjaga shalat, memperkuat iman, dan tetap teguh saat menghadapi ujian,” tutupnya.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *