Pengajian Masjid Nur Idaroyani Dawi Bahas Pentingnya Kemandirian Umat di Era Digital
Wajo, makassarpena.id – Pengurus Masjid Nur Idaroyani Dawi, Sengkang, Kabupaten Wajo, kembali menggelar kegiatan pengajian rutin yang diikuti secara antusias oleh para jamaah, Selasa malam (6/10/2026).
Kegiatan tersebut turut dihadiri pendiri Masjid Nur Idaroyani Dawi, H. Muhammad Idrus, bersama keluarga serta sejumlah jamaah yang hadir dengan penuh antusias. Pengajian ini menghadirkan Al-Ustadz H. Usman Patiha, S.Pd.I., M.Pd.I., sebagai pemateri dengan mengangkat tema “Kemandirian Umat.”
Dalam penyampaiannya, H. Usman Patiha menekankan bahwa kegiatan pengajian tidak hanya menjadi sarana untuk meningkatkan pemahaman keagamaan, tetapi juga merupakan ruang untuk mempererat silaturahmi dan membangun kesadaran bersama di tengah kehidupan masyarakat yang terus mengalami perubahan.
Menurutnya, kesinambungan kehidupan umat perlu terus dijaga melalui komunikasi, pendidikan, serta kepedulian antarsesama. Hal tersebut menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan digitalisasi yang begitu pesat.
Perkembangan teknologi memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Namun, di sisi lain, arus informasi yang begitu cepat juga membutuhkan kemampuan masyarakat untuk memilah dan menyaring berbagai informasi agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Karena itu, kegiatan keagamaan seperti pengajian perlu terus dipertahankan sebagai wadah untuk saling mengingatkan, memperkuat pemahaman agama, sekaligus membangun kemandirian umat,” demikian inti pesan yang disampaikan dalam pengajian tersebut.

H. Usman Patiha juga memberikan perhatian khusus terhadap generasi muda. Menurutnya, anak-anak dan kaum muda perlu dilibatkan dalam berbagai kegiatan keagamaan agar mereka memiliki dasar pengetahuan agama yang memadai sebagai bekal dalam menghadapi perkembangan zaman.
Pendidikan formal, katanya, tetap memiliki peranan penting dalam mempersiapkan masa depan anak. Namun, pendidikan agama juga tidak kalah penting karena dapat menjadi landasan moral sekaligus filter dalam menentukan sikap dan mengambil keputusan dalam kehidupan.
“Pendidikan formal memang sangat penting untuk menjawab kebutuhan masa depan anak. Tetapi pengetahuan agama juga sangat penting sebagai filter dalam menghadapi berbagai pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi,” menjadi pesan penting dalam kegiatan tersebut.
Oleh karena itu, orang tua dan masyarakat memiliki peran strategis dalam memberikan pembinaan kepada generasi muda. Pembekalan ilmu pengetahuan yang diimbangi dengan pendidikan agama diharapkan dapat membentuk generasi yang memiliki kecerdasan intelektual sekaligus kekuatan moral dan spiritual.
Kegiatan pengajian Masjid Nur Idaroyani Dawi tersebut diharapkan dapat terus menjadi ruang pembelajaran, silaturahmi, dan penguatan nilai-nilai keagamaan bagi jamaah. Lebih dari itu, keterlibatan generasi muda diharapkan semakin ditingkatkan sehingga mereka mampu menyongsong masa depan dengan bekal ilmu, iman, dan karakter yang kuat.
“Mari kita dorong bersama anak-anak kita agar mampu menyongsong masa depan yang gemilang dengan bekal ilmu pengetahuan dan agama,” demikian pesan yang disampaikan.(hakim)













