Berita

Pembentukan Pokja Luwu dan Luwu Timur Kembali Disorot, Dedy Aryanto Minta Transfaransi Pengurus

80
×

Pembentukan Pokja Luwu dan Luwu Timur Kembali Disorot, Dedy Aryanto Minta Transfaransi Pengurus

Sebarkan artikel ini

Pembentukan Pokja Luwu dan Luwu Timur Kembali Disorot, Dedy Aryanto Minta Transfaransi Pengurus

Palopo, makassarpena.id –  Konfrensi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) dikabarkan akan berlangsung pada Juni 2026 mendatang, dan telah muncul sejumlah nama, calon atau figur yang nantinya akan ikut meramaikan kontestasi pemilihan ketua.

Saat ini, calon ketua PWI Sulsel Masa Bakti 2026-2031 diantaranya, H. Suwardi Thahir (Ketua Bidang Pendidikan sekaligus penguji pada Lembaga Uji PWI), H. Manaf Rahman (Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Sulsel) dan juga dikabarkan sebagai Sekretaris OC Konferensi PWI Sulsel, kemudian, Amrullah Basri Gani, Direktur sekaligus Pemimpin Redaksi Harian Fajar.

Perhelatan pemilihan ketua PWI Sulsel tersebut, turut ditanggapi oleh Dedy Ariyanto mantan sekretaris PWI Luwu Raya (Palopo) 2018-2021, bahwa, ada sejumlah harapan yang diharapkan kepada para calon ketua, ketika nantinya terpilih memimpin PWI Sulsel, sekaligus menyoroti sikap transparan, serta komitmen pelaksanaan AD/ART organisasi pada kepengurusan saat ini.

” Harapan kami anggota PWI di daerah, adalah transparansi pada setiap kegiatan merupakan harapan yang utama kepada calon yang terpilih. Terkhusus pembentukan Kelompok Kerja (Pokja), baru-baru ini, Pokja Luwu dan Luwu Timur yang notabene nya, kedua daerah ini berada dalam naungan PWI Luwu Raya, saya tidak melihat sikap transparan PWI Sulsel, untuk terbuka kepada semua anggota PWI Luwu Raya, ada apa dengan PWI Sulsel,” ucap Dedy Ariyanto.Kamis 14 Mei 2026.

Pembentukan Pokja ini sambung Dedy, saya menilai tersusun rapih dan sangat rahasia, sebab, hanya segelintir anggota PWI Luwu Raya yang mendapatkan informasinya. Tanpa kabar, tanpa informasi, tiba-tiba muncul berita telah terbentuk Pokja di Luwu dan Luwu Timur, hal ini memunculkan berbagai spekulasi, apakah ini dibentuk untuk kepentingan menjaring suara pada pemilihan ketua PWI Sulsel, atau memang sudah sangat dibutuhkan, kan bisa saja ada asumsi demikian.

Dedy juga menyinggung soal profesionalitas, dimana menurut nya, anggota PWI  dalam melaksanakan tugasnya, baik itu dalam organisasi ataupun di luar organisasi, kerap kritis tentang transparansi, komitmen dan solidaritas.

” Kita anggota PWI, kerap menyoal persoalan profesionalitas, kemudian kritis menyoroti soal transparan, harus komitmen, harus solid, dan bermartabat, tapi justru kita yang kerap abaikan semuanya, ini jelas bertentangan dengan Visi Misi PWI Pusat, dimana ada lima poin misi strategis PWI Pusat, diantaranya, meningkatkan profesionalisme, transparan, kemudian membangun solidaritas dan persatuan. Tapi, terkhusus pembentukan Pokja Luwu dan Luwu Timur, saya tidak melihat adanya sikap transparan oleh PWI Sulsel, ini tersusun rapih dan sangat rahasia, PWI Pusat harus turun tangan, meninjau kembali tahapan dan proses pembentukan Pokja ini,” ungkap Dedy Ariyanto.

” Seharusnya PWI Sulsel, utamakan untuk mengkaji penunjukkan Plt. Ketua PWI Luwu Raya, yang saat ini terjadi kekosongan, kemudian mengajak anggota PWI Luwu Raya pemegang KTA Biasa untuk musyawarah, didengarkan sarannya, sebagaimana perintah AD ART, untuk merumuskan pembentukan Pokja apakah dibutuhkan, atau tidak, bukan membentuk Pokja secara diam-diam, inikan tidak transparan, tidak profesional, yang ada, justru menciptakan perpecahan, dan menimbulkan kegaduhan dalam tubuh organisasi. Untuk mencegah terjadinya gesekan, kami minta PWI Pusat mengkaji ulang Pokja ini, tegas Dedy Ariyanto.

Untuk itu, Dedy Ariyanto yang juga akrab disapa Awi ini, mengajak anggota PWI di Sulsel, yang merindukan kekompakan, merindukan sikap transparan, merindukan persamaan hak dalam organisasi, untuk menggunakan momentum pemilihan ketua PWI Sulsel masa bakti 2026-2031, untuk memilih figur, calon pemimpin yang mementingkan kemajuan dan perkembangan organisasi, baik ditingkat provinsi, hingga tingkat kabupaten dan kota.

” Saya mengajak saudara-saudaraku, senior-seniorku, teman-teman anggota PWI di wilayah Sulsel, yang sependapat, inilah momentum kita membenahi organisasi, dengan memilih calon ketua PWI Sulsel, yang memiliki Visi Misi searah dengan PWI Pusat, dan utamanya, tidak membebankan biaya besar disetiap pelaksanaan konfrensi dan pelantikan pengurus harian PWI Kabupaten/kota karena sangat memberatkan,” tutup Dedy Ariyanto.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *