Pelindo Regional 4 Makassar Sosialisasikan Penataan Peta Peran Pelindo Group
Makassar, makassarpena.id —Pelindo Regional 4 Makassar menggelar Sosialisasi Implementasi Penataan Peta Peran Pelindo Group sebagai bagian dari agenda transformasi perusahaan untuk memperkuat tata kelola dan memperjelas pembagian peran antarentitas di lingkungan Pelindo Group, khususnya di wilayah kerja Makassar.
Kegiatan yang berlangsung di Lantai 7 Kantor Pelindo Regional 4 Makassar tersebut dipimpin Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyadi, Kamis (24/9/2026). Sosialisasi diikuti jajaran manajemen, pejabat struktural, pekerja dari berbagai entitas Pelindo Group, serta perusahaan pendukung yang beroperasi di wilayah kerja Makassar.
Sejumlah unsur yang hadir antara lain Executive Director 4 Regional 4 PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Regional Division Head Pelayanan SDM dan Umum, Regional Division Head Operasi, Regional Division Head Teknik, Regional Division Head Komersial, dan Regional Division Head Pengelolaan Keuangan Regional 4.
Selain itu, kegiatan melibatkan perwakilan sejumlah entitas Pelindo Group, di antaranya PT Pelindo Jasa Maritim, PT Pelindo Multi Terminal, PT Pelindo Terminal Petikemas, PT Pelindo Logistik Indonesia, PT Pelindo Marine Service, PT Berkah Industri Mesin Angkat, PT Pelindo Daya Sejahtera, PT Lamong Energi Indonesia, PT Intan Sejahtera Utama, serta PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT).
Dalam sosialisasi tersebut, peserta mendapatkan pemaparan mengenai perkembangan transformasi Pelindo pascapenggabungan BUMN Pelabuhan, termasuk pembentukan empat subholding, pengalihan bisnis ke subholding, proses inbreng anak perusahaan ke subholding, hingga tahapan pemurnian bisnis.
Penataan tersebut merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis, organisasi, dan tata kelola Pelindo Group. Salah satu fokus utamanya adalah memperjelas peran, tanggung jawab, kewenangan, serta akuntabilitas masing-masing entitas agar hubungan kerja dapat berjalan lebih terintegrasi dan menghindari tumpang tindih fungsi.
Dalam materi sosialisasi dijelaskan bahwa Pelindo Regional dan Cabang memiliki peran sebagai Business Owner, sedangkan anak usaha menjalankan fungsi sebagai Business Operator di wilayah Pelindo dan sebagai Business Owner di luar wilayah Pelindo. Pembagian tersebut menjadi dasar dalam membangun pola kerja yang lebih jelas antara Pelindo sebagai korporasi dan entitas anak usaha berdasarkan lini bisnis masing-masing.
Direktur Operasi PT Pelabuhan Indonesia (Persero), Prasetyadi, mengatakan penataan peta peran dilakukan untuk membangun model pengelolaan korporasi yang lebih terstruktur dengan kejelasan fungsi pada setiap level organisasi.
“Penataan peta peran ini pada dasarnya dilakukan untuk memperjelas siapa yang memiliki peran sebagai Business Owner dan siapa yang menjalankan fungsi sebagai Business Operator. Dengan kejelasan tersebut, diharapkan tidak terjadi tumpang tindih kewenangan dan setiap entitas dapat menjalankan perannya secara optimal sesuai dengan fungsi dan tanggung jawabnya,” ujar Prasetyadi.
Sosialisasi juga membahas perubahan operating model dan parenting style Pelindo Group untuk menyelaraskan pelaksanaan mandat strategis, visi dan misi, RJPP, serta arahan pemegang saham. Dalam model tersebut, Pelindo diarahkan menjalankan fungsi strategis sebagai Strategic Architect, sementara Regional berperan sebagai Region Coordinator dalam mengoordinasikan bisnis di wilayah dan melakukan pemantauan kinerja lini bisnis.
Menurut Prasetyadi, perubahan model organisasi tersebut membutuhkan kesamaan pemahaman dari seluruh jajaran dan entitas yang berada dalam ekosistem Pelindo Group. Pemahaman tersebut dinilai penting agar perubahan tidak hanya diterapkan pada struktur organisasi, tetapi juga dalam pelaksanaan pekerjaan sehari-hari.
“Transformasi organisasi membutuhkan kesamaan pemahaman sampai ke level pelaksana. Karena itu, penataan peta peran ini perlu dipahami tidak hanya dari sisi struktur, tetapi juga bagaimana setiap fungsi berkoordinasi, mengambil keputusan, dan menjalankan tanggung jawabnya dalam operasional sehari-hari,” jelas Prasetyadi.
Sementara itu, General Manager Pelindo Regional 4 Makassar, Iwan Sjarifuddin, mengatakan sosialisasi tersebut menjadi momentum bagi seluruh entitas Pelindo Group di wilayah kerja Makassar untuk memahami arah perubahan sekaligus memastikan implementasinya berjalan selaras.
“Dengan adanya penataan peta peran, kami berharap seluruh entitas dan pekerja di wilayah kerja Makassar memiliki pemahaman yang sama mengenai fungsi, tanggung jawab, dan kewenangan masing-masing. Hal ini penting untuk memperkuat koordinasi dan memastikan operasional tetap berjalan efektif dalam mendukung target perusahaan,” ujar Iwan Sjarifuddin.
Selain pemaparan materi, kegiatan diisi dengan sesi diskusi antara Direktur Operasi dan peserta. Sejumlah hal yang dibahas mencakup posisi dan struktur pekerja terminal, perlakuan terhadap posisi dan pendapatan, ruang lingkup pelaksanaan operasional di lapangan, aspek strategis dalam kondisi tertentu, serta pengelolaan biaya operasional, termasuk maintenance kapal, bahan bakar minyak (BBM), dan peralatan.
Diskusi juga membahas mekanisme penyelesaian apabila terdapat perbedaan pendapat antara General Manager dan Direksi anak usaha. Keterlibatan lintas entitas dalam forum tersebut menjadi bagian dari upaya menyamakan pemahaman mengenai implementasi penataan peta peran di wilayah kerja Makassar.
Implementasi penataan peta peran diharapkan dapat memperkuat koordinasi antarentitas, memperjelas proses pengambilan keputusan, dan memastikan setiap entitas menjalankan fungsi sesuai mandatnya. Langkah tersebut sekaligus menjadi bagian dari agenda transformasi dan streamlining organisasi Pelindo Group dalam memperkuat sinergi ekosistem perusahaan.
Melalui sosialisasi ini, Pelindo Regional 4 Makassar menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat pemahaman, koordinasi, dan kolaborasi lintas entitas. Implementasi transformasi organisasi tersebut diharapkan dapat mendukung keberlanjutan layanan kepelabuhanan, logistik, dan maritim di wilayah kerja Makassar.(*)













