Berita

Nahkodai PWI Sulsel, Suwardi Thahir Komitmen Jalankan Organisasi yang Inklusif, Solid, dan Responsif 

20
×

Nahkodai PWI Sulsel, Suwardi Thahir Komitmen Jalankan Organisasi yang Inklusif, Solid, dan Responsif 

Sebarkan artikel ini

Nahkodai PWI Sulsel, Suwardi Thahir Komitmen Jalankan Organisasi yang Inklusif, Solid, dan Responsif

Makassar, makassarpena.id –  Suwardi Thahir resmi memimpin Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan (Sulsel) periode 2026–2031, setelah dilantik Ketua Umum PWI Pusat, Akhmad Munir, di Ballroom Sandeq, Hotel Claro Makassar, Sabtu (17/10/2026).

Pelantikan tersebut menjadi momentum baru bagi PWI Sulsel untuk memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan profesionalisme wartawan, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan dinamika industri media yang semakin kompleks.

Dalam kepemimpinannya, Suwardi menegaskan komitmen menjadikan PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif, solid, dan responsif terhadap perubahan. Ia juga mendorong penguatan kompetensi wartawan serta membuka ruang yang lebih luas bagi keterlibatan jurnalis muda dalam organisasi.

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir, yang akrab disapa Cak Munir, dalam amanatnya mengingatkan pengurus yang baru dilantik agar senantiasa menjaga profesionalisme pers dan menjalankan organisasi secara bertanggung jawab.

Ia menekankan bahwa PWI memiliki peran strategis dalam menjaga kualitas jurnalistik di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat dan pesatnya perkembangan media digital.

Menurutnya, kemudahan teknologi membuat setiap orang dapat memproduksi dan menyebarkan informasi. Namun, produk jurnalistik tetap harus mengedepankan verifikasi, akurasi, integritas, serta pertanggungjawaban kepada publik.

“Pers sejatinya hadir menyajikan fakta dengan sejujur-jujurnya, memastikan kebenaran serta keakuratan informasi, dan wartawan wajib menjamin agar karyanya memberi kemanfaatan bagi publik. Seluruh proses itu terikat teguh dalam bingkai kode etik jurnalistik,” tegas Akhmad Munir.

Ia mengingatkan bahwa perkembangan teknologi tidak boleh membuat insan pers mengabaikan prinsip-prinsip dasar jurnalistik. Sebaliknya, wartawan harus terus meningkatkan keterampilan, mengikuti perkembangan zaman, dan berinovasi untuk mendukung terciptanya ekosistem perusahaan pers yang sehat dan berkelanjutan.

Akhmad Munir juga menegaskan pentingnya transparansi dalam pengelolaan organisasi. Menurutnya, pertanggungjawaban kepengurusan harus disampaikan secara terbuka kepada anggota pada akhir masa bakti.

“Pertanggungjawaban atas perjalanan kepengurusan ini kelak akan disampaikan secara transparan kepada seluruh anggota di penghujung masa bakti,” ujarnya.

Ia optimistis PWI akan terus menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga kehormatan pers nasional, selama organisasi dan seluruh anggotanya konsisten memegang teguh profesionalisme, independensi, dan kode etik jurnalistik.

Sementara itu, Ketua PWI Sulsel Suwardi Thahir menegaskan bahwa kepengurusan periode 2026–2031 akan diarahkan untuk membangun organisasi yang mampu merangkul seluruh anggota, tanpa membedakan latar belakang maupun generasi.

Ia ingin PWI Sulsel menjadi rumah bersama bagi wartawan senior dan jurnalis muda untuk tumbuh, meningkatkan kompetensi, serta berkontribusi dalam menjaga kualitas pers di daerah.

“PWI Sulsel harus hadir sebagai rumah bersama bagi seluruh anggota. Kita berikhtiar membangun organisasi yang solid, inklusif, dan lincah beradaptasi dengan lompatan teknologi serta dinamika industri media, tanpa sedikit pun mengesampingkan pilar profesionalisme dan kode etik jurnalistik,” ungkap Suwardi.

Menurutnya, regenerasi menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga keberlanjutan organisasi. Karena itu, PWI Sulsel perlu memberikan ruang bagi wartawan muda untuk mengembangkan kemampuan, berpartisipasi dalam kegiatan organisasi, dan mengambil peran dalam menghadapi tantangan jurnalistik ke depan.

Selain memperkuat konsolidasi internal, Suwardi menempatkan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pers sebagai agenda penting kepengurusannya.

Program pendidikan, peningkatan kompetensi, dan pembinaan profesi secara berkelanjutan dinilai perlu diperkuat agar wartawan mampu menghadapi tantangan industri media digital yang terus berkembang.

Ia menilai kepercayaan publik terhadap pers harus dijaga melalui karya jurnalistik yang akurat, berimbang, terverifikasi, dan berlandaskan kode etik. Dengan demikian, PWI tidak hanya menjadi wadah berhimpun wartawan, tetapi juga berperan aktif dalam meningkatkan mutu pemberitaan dan menjaga marwah profesi.

“Apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kami haturkan kepada seluruh pihak serta para sponsor yang telah mendukung agenda ini. Pelantikan pengurus PWI Sulsel periode 2026–2031 ini menjadi momentum krusial untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus mendongkrak mutu profesi kewartawanan di daerah,” terang Suwardi.

Pelantikan pengurus PWI Sulsel periode 2026–2031 turut dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, sejumlah bupati dari berbagai daerah di Sulsel, jajaran pemerintah daerah, unsur TNI-Polri, organisasi pers, pimpinan media, serta para pemangku kepentingan lainnya.

Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan pentingnya kolaborasi antara insan pers, pemerintah, aparat, dan masyarakat dalam membangun ekosistem informasi yang sehat dan bertanggung jawab.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan surat keputusan PWI Pusat mengenai susunan kepengurusan oleh Sekretaris Jenderal PWI Pusat, Marthen Selamet Susanto.

Sebelum prosesi pelantikan, Akhmad Munir terlebih dahulu meminta kesiapan Suwardi Thahir bersama seluruh jajaran pengurus untuk menjalankan amanah organisasi. Para pengurus menyatakan kesediaan mereka secara serentak sebelum pengukuhan dilaksanakan.

Dengan resmi dilantiknya kepengurusan baru, PWI Sulsel diharapkan mampu memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas dan kesejahteraan wartawan, serta menjaga independensi dan kehormatan pers di tengah transformasi industri media.

Kepemimpinan Suwardi Thahir juga diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara wartawan senior dan generasi muda untuk mewujudkan pers yang profesional, berintegritas, independen, serta senantiasa berpihak pada kepentingan publik melalui pemberitaan yang akurat dan berimbang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *