Politik

Komisi III DPRD Wajo Soroti Drainase dan Ornamen Aksara Bugis Islamic Centre Ulugalung

157
×

Komisi III DPRD Wajo Soroti Drainase dan Ornamen Aksara Bugis Islamic Centre Ulugalung

Sebarkan artikel ini

Komisi III DPRD Wajo Soroti Drainase dan Ornamen Aksara Bugis Islamic Centre Ulugalung

Sengkang, makassarPena.id — Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Wajo melakukan pemantauan langsung terhadap progres pembangunan Islamic Centre Ulugalung yang berlokasi di Desa Lempa, Kecamatan Pammana, Jumat (23/1/2026).

Kunjungan lapangan tersebut dipimpin Ketua Komisi III DPRD Wajo, Andi Bayuni Marzuki, bersama sejumlah anggota komisi, di antaranya Arga Prasetya, Ir H. Sudirman Meru, H. Syamsuddin, dan Fery Saputra. Pemantauan dilakukan untuk memastikan pelaksanaan pembangunan berjalan sesuai perencanaan serta memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan.

Dalam kunjungan itu, Komisi III DPRD Wajo secara khusus menyoroti sistem drainase di kawasan Islamic Centre yang dinilai berpotensi menimbulkan masalah banjir di kemudian hari. Andi Bayuni Marzuki mengungkapkan bahwa desain drainase saat ini berisiko menghambat aliran air, terutama di area pintu gerbang utama, sehingga berpotensi menyebabkan genangan saat curah hujan tinggi.

“Kami meminta pihak kontraktor agar lebih serius memperhatikan sistem drainase, karena ini menyangkut fungsi jangka panjang bangunan,” ujar politisi Partai Golkar tersebut.

Selain drainase, Komisi III juga mencatat masih adanya sejumlah kebutuhan pekerjaan yang belum terakomodasi dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Di antaranya penataan taman di area luar dan dalam pagar, serta belum tersedianya akses yang memadai menuju area kolam di kawasan Islamic Centre.

Menurut Komisi III, kelengkapan tersebut penting agar kawasan Islamic Centre dapat berfungsi secara optimal dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat yang berkunjung maupun beraktivitas di dalamnya.

Tak hanya itu, Komisi III DPRD Wajo juga memberi perhatian khusus terhadap ornamen aksara Bugis yang terpasang pada bangunan Islamic Centre Ulugalung. Hasil pemantauan menunjukkan penulisan aksara Bugis tersebut belum sesuai kaidah dan dinilai tidak memiliki makna yang jelas.

Komisi III meminta agar ornamen aksara Bugis segera diperbaiki, khususnya dengan menghilangkan tanda titik di bagian bawah tulisan agar dapat terbaca dengan benar. Hal ini dinilai penting untuk menghindari kesalahan makna dan salah tafsir, mengingat aksara Bugis merupakan bagian dari identitas budaya masyarakat Wajo.

“Islamic Centre bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga simbol budaya dan jati diri daerah. Karena itu, setiap elemen, termasuk aksara Bugis, harus ditampilkan secara tepat dan bermakna,” tegas anggota Komisi III DPRD Wajo, Sudirman Meru.

Komisi III DPRD Wajo menekankan pentingnya tindak lanjut cepat dan akurat atas seluruh catatan hasil pemantauan tersebut. DPRD berharap pihak pelaksana dapat segera melakukan perbaikan agar pembangunan Islamic Centre Ulugalung dapat selesai dengan kualitas yang optimal.(hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *