Uncategorized

IPIM Sulsel Minta Polres Palopo Usut Tuntas Pengeroyokan Imam Masjid

25
×

IPIM Sulsel Minta Polres Palopo Usut Tuntas Pengeroyokan Imam Masjid

Sebarkan artikel ini

IPIM Sulsel Minta Polres Palopo Usut Tuntas Pengeroyokan Imam Masjid

Makassar, makassarpena.id – Menanggapi pemukulan  seorang imam masjid bernama Ahmad (62) oleh sejumlah orang tak dikenal di depan Masjid As Salam, Kelurahan Benteng, Kecamatan Wara Timur, Kota Palopo, Sulawesi Selatan, Rabu (29/4/2026) sore usai salat Asar.

Dimana kejadian tersebut mengakibatkan korban mengalami luka di bagian wajah dan tubuh hingga harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit.

Terhadap kejadian tersebut, keluarga besar Imam Masjid Indonesia Sulawesi Selatan, mengutuk keras tindakan pengeroyokan terhadap seorang imam masjid  bernama Ahmad yang mengaku diserang secara tiba-tiba saat hendak pulang setelah memimpin salat Asar.

“Kami dari Pimpinan Wilayah Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Sulawesi Selatan menyatakan bahwa apabila peristiwa ini benar merupakan tindakan pengeroyokan, maka kami mendesak pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional, transparan, dan tanpa tebang pilih,” tegas Dr. KH. Masykur Yusuf, M.Ag.

Ketua IPIM Sulsel ini menyatakan dengan tegas, tindakan kekerasan terhadap tokoh agama adalah perbuatan yang tidak dapat dibenarkan dan berpotensi merusak ketertiban serta keharmonisan masyarakat.

“Demikian pernyataan ini kami sampaikan sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab moral,” ujarnya.

Ahmad mengaku diserang secara tiba-tiba saat hendak pulang setelah memimpin salat Asar. Dia dipukul dari arah belakang hingga terjatuh karena tersandung tumpukan pasir di sekitar lokasi kejadian.

Sebagaimana diketahui bahwa pengeroyakan ini bermula dari teguran Ahmad kepada sekelompok bocah yang bermain di area masjid menjelang waktu salat Asar. Anak-anak itu disebut bermain menggunakan pengeras suara masjid untuk bercanda, bahkan sempat memainkan azan melalui mikrofon padahal belum waktunya untuk mengumandangkan azan.

Anak korban, Harun, mengatakan ayahnya hanya berniat menegur para bocah agar tidak mengganggu aktivitas ibadah di masjid. Ahmad bahkan disebut sempat menjitak salah seorang anak sebagai bentuk pembinaan.

“Waktu itu belum masuk salat Asar, mereka main-main pakai mikrofon masjid. Ada juga yang azan cuma untuk bercanda. Bapak cuma menegur supaya tidak diulangi lagi,” ujar Harun, terpisah.

Harun menegaskan ayahnya tidak memiliki niat menyakiti anak-anak tersebut. Ia menyebut para bocah itu sebelumnya juga beberapa kali ditegur lantaran diduga merusak fasilitas masjid, termasuk melempari kaca bangunan.

“Memang pernah juga ditegur karena sering bermain berlebihan di sekitar masjid sampai ada kaca yang kena lempar,” katanya.

Usai memimpin salat Asar, Ahmad berjalan pulang menuju rumahnya yang berada tidak jauh dari masjid. Namun, saat berada di depan masjid, korban tiba-tiba dihadang lalu dikeroyok oleh sejumlah pria dewasa.

Hasil kutipan dari salah satu media, Kasi Humas Polres Palopo AKP Marsuki menjelaskan bahwa kejadian tersebut telah dilaporkan ke pihak kepolisian. Dia mengatakan penyidik telah memeriksa sejumlah saksi terkait insiden tersebut. Polisi juga masih menunggu hasil visum korban sebelum meningkatkan penanganan perkara ke tahap penyidikan. (as)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *