Berita

AMANAH BUKAN SEKEDAR SIMBOL DAN PEMANIS

36
×

AMANAH BUKAN SEKEDAR SIMBOL DAN PEMANIS

Sebarkan artikel ini

AMANAH BUKAN SEKEDAR SIMBOL DAN PEMANIS

Oleh : Anwar Sanusi
Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Sulsel

Kata amanah seringkali dijadikan sebagai simbol perjuangan untuk mendapatkan kepercayaan demi mencapai tujuan, bahkan kata amanah diumbar sebagai pemanis jualan demi melancarkan usaha meraih simpatik.

Tapi diksi amanah yang sesungguhnya harus direalisasikan dalam tindakan nyata yang mencerminkan integritas, kejujuran, dan tanggung jabwab.

Amanah bukan sekadar kata, melainkan komitmen yang hidup dalam setiap keputusan dan perbuatan. Bekerja tulus, menjaga kepercayaan, dan memberi yang terbaik meski tak selalu dilihat orang.

Tidak semua orang yang mendapatkan kesempatan jadi pemimpin bisa amanah dalam menjalankan tugasnya. Malah yang sering terjadi adalah ingkar dan munafik.

Sejalan dengan itu, tak pelak kata amanah pun diperdagangkan di area pemilihan ketua RT dan RW se Kota Makassar beberapa hari yang lalu. Akibatnya, warga sulit membedakan mana calon yang soleh dan mana calon yang salah.

Pertarungan untuk meraup suara dengan pelaris kata amanah dan kebohongan belaka tidak bisa dipungkiri, tapi realitas dalam kehidupan bermasyarakat kita banyak orang terbuai pada janji manis yang pada akhirnya berujung pada kekecewaan.

Apa hukumnya orang yang tidak amanah. Saya mencoba mengutip salah satu hadist yang menunjukkan bahwa melanggar amanah adalah perbuatan terlarang.

Rasulullah bersabda: Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.
(HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan bahwa seseorang yang tidak amanah memiliki sifat kemunafikan, meskipun tidak otomatis keluar dari Islam, maka hukumnya bisa menjadi haram dan termasuk dosa besar karena merusak hak manusia.

Akibatnya di akhirat orang yang tidak amanah akan dibebani pertanggungjawaban yang berat,
tidak mendapatkan keberkahan,
dan terancam mendapat azab.

Jadi perbuatan orang yang tidak amanah termasuk dosa besar, serta merupakan sifat orang munafik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *