Berita

AKHIRNYA TUHAN MENEGUR LEWAT JAKARTA ELEKTIK PLN

15
×

AKHIRNYA TUHAN MENEGUR LEWAT JAKARTA ELEKTIK PLN

Sebarkan artikel ini

AKHIRNYA TUHAN MENEGUR LEWAT JAKARTA ELEKTRIK PLN

Ketika masih di PLN UIP Sulmapa/Sulawesi sebelum ditugaskan di PLN pusat, kami sangat sering berinteraksi dengan Tipikor Polda maupun Kejaksaan Tinggi Sulsel. Cukup melelahkan, maklum UIP Sulawesi cukup terkenal dengan proyek mangkraknya, ada proyek PLTU, UGC dll.

Biasanya sebelum melakukan pemeriksaan mereka mampir dulu keruangan kami yang ketika itu sebagai Manajer SDM dan Keuangan. Rupanya rekan-rekan penyidik selalu memperhatikan ketika saya mencek berkas-berkas tagihan dari kontraktor, tidak butuh berjam-jam saya teken semua dokumen penagihan tersebut.

Penyidik yang paling senior kemudian menegur, Pak Danni kok gampangan membubuhkan tanda tangan, itukan dokumen penting dan menyangkut keuangan negara.

“Saya sampaikan ke mereka, Pak
untuk sampai dimeja saya memerlukan pengecekan yang berlapis. Mulai dari Unit Pelaksana Proyek, kemudian diverifikasi oleh Bidang Operasi yang juga berlapis, kemudian ke Keuangan yang juga berlapis”.

“Tapi Pak Danni kan tidak tahu tentang kondisi dilapangan apakah benar progress sudah sesuai dengan yang ditagihkan”.

“Saya punya mata dan telinga di Unit Pak jawaban saya. Kami sudah menerima laporan tentang progress pekerjaan sebelum tagihan sampai kemeja saya”.

Mereka tertawa, namun tetap menyarankan untuk berhati-hati.

Ketika bergabung ke PLN Pusat, kebiasaan mana kuteken akan kuteken tidak berubah. Salah satu diantaranya untuk kegiatan Voli PLN. Kebiasaan itu tidak berubah hingga menjadi Ketua Umum Voli PLN. Sekalipun sudah pensiun sejak Juli 2017, rupanya belum ada pengganti saya sebagai Ketua JE PLN hingga tahun 2022, setelah diganti kemudian menjadi Ketua Umum Voli PLN hingga tahun 2024.

Sebagai wujud kepedulian terhadap pembinaan voli di PLN kami berupaya untuk mendukung
sepenuhnya semua kegiatan voli, terutama untuk menghadapi LIVOLI apalagi PROLIGA, karena semua permintaan anggaran untuk kedua kegiatan diatas harus disetujui oleh Ketua Umum, maka setiap pengajuan permohonan anggaran saya teken, soal pengelolaan anggarannya
dikelola langsung oleh JE PLN. Dan untuk hal-hal urgen dan saya tidak berada di Jakarta, sesekali tanda tangan hanya melalui  digital.

Saya juga merasa prihatin, karena menurut JE PLN support PLN tidak lagi seperti dulu, saya
percaya itu. Mungkin, karena masalah anggaran yang minim, sehingga semua legenda Voli PLN terpaksa membiayai dirinya sendiri apabila akan menonton sekaligus memberi support setiap JE PLN bertanding.

Luciana Taroreh, mantan pemain yang telah membawa JE PLN juara Proliga, terpaksa menerima pinangan tim-tim lain agar tetap dapat hadir pada setiap pertandingan
Proliga. Bagaimana dengan Bang Denny Hendri? Sami mawon. Namun saya masih bersyukur, pernah juga menerima 15 juta rupiah dari JE PLN ditahun 2022.

Itulah yang saya gunakan untuk biaya operasional (transportasi dan akomodasi tahun 2022-2024) agar bisa hadir menyaksikan langsung JE PLN bertanding, sesekali ikut memberi bonus kepemain.

Mungkin nilainya tidak seberapa, namun itulah cara kami agar hubungan emosional dengan
pemain tetap terjaga. Disisi lain perhatian BOD ke JE PLN menurut saya luar biasa dibandingkan masa-masa kami, baik
Komisaris PLN maupun direksi khususnya Dir Legal & HCM hadir di pusat latihan JE. Launcing Tim dengan izin baru akan lebih mendukung program pembangunan invrastruktur PLN.

Alhamdulillah, sekalipun hanya menjadi Subkon atau dalam bentuk KSO lumayan juga hasilnya, minimal menumbuhkan semangat baru, setelah tidak lagi diizinkan membangun kantor karena merasa saling percaya sesama mantan PLN, ketika disodori bg-bg kosong untuk saya teken dengan alasan tidak selamanya saya berada di Jakarta, maka kadang kala 5-8 bg kosong saya teken.

Dipikiran saya, perusahaan ini adalah perusahaan PT. Dana Pensiun PLN yang juga
masih mempekerjakan pensiunan PLN, pasti PT. Dana Pensiun PLN punya perangkat pengawasan dan etika berbisnis yang baik.

Akhirnya Tuhan menegur melalui JE PLN.
Mungkin Malaikat sudah mulai bosan, sehingga saya ditegur melalui panggilan Kantor Pajak Kota Makassar. Menurut Kantor Pajak, saya telah melanggar karena tidak melaporkan penghasilan saya ditahun 2022.

“Apa yang harus saya laporkan, wong gaji pensiun saya lebih kecil dari gaji
UMP kota besar di Indonesia, artinya sudah tidak ada kewajiban membayar pajak individu.
Rupanya Kantor Pajak mendapat data tentang penerimaan saya dari PLN ditahun 2022 sebesar 15,2 milyar rupiah, artinya saya mempunyai kewajiban membayar PPh sebesar 305 juta rupiah.

Kantor Pajak Kota Makassar menyampaikan bahwa penghasilan tersebut adalah atas kerjasama dengan Event Organizer (EO), kaget juga karena saya tidak pernah berhubungan dengan EO, apalagi setelah pensiun dari PLN.

Setelah cek ke PLN Pusat rupanya kerja sama tersebut adalah antara JE PLN dengan EO, tapi
bagaimana bisa dianggap sebagai penghasilan saya? Sejak masih Ketum JE saya tidak pernah
menyentuh bahkan melihat anggaran yang disiapkan untuk Proliga, seingat saya JE PLN memiliki rekening bank tersendiri.

Kaget yang kedua, kok nilainya sebesar itu? Tidak sesuai dong dengan pernyataan JE PLN bahwa support pendanaan dari PLN kurang. Apalagi Proliga tahun 2022 dilaksanakan disatu tempat saja yaitu Padepokan Voli Jendral Polisi Kunarto di Sentul Bogor. Artinya biaya terbesar seharusnya hanya kontrak pemain, tidak ada biaya transportasi udara dan akomodasi (hotel dll) seperti kejuaraan Proliga selama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, beberapa tim langganan Proliga termasuk dari perusahaan
BUMN sementara tidak boleh mengikuti Proliga, mereka sedang menghadapi pemeriksaan
(diaudit). Apakah PLN juga akan mengaudit JE PLN? Saya tidak yakin, PLN masih punya proyek ratusan milyar bahkan trilyunan yang harus diawasi ketat jangan sampai mangkrak lagi. Karena itu mungkin ada baiknya diramaikan di Warkop saja, hehehe
Wallahu a’lam bissawwab
Terima kasih
Makassar, 22 Juni 2026

Danni Irawan
Bekas Ketum JE PLN dan Ketum PBV PLN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *