Pendidikan

Sejumlah SDN di Wajo Dapat Anggaran Revitalisasi

91
×

Sejumlah SDN di Wajo Dapat Anggaran Revitalisasi

Sebarkan artikel ini

Sejumlah SDN di Wajo Dapat Anggaran Revitalisasi

Wajo, makassarpena.id – Sejumlah Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Wajo mendapat anggaran dari pemerintah pusat untuk program revitalisasi sekolah. Program tersebut ditujukan untuk memperbaiki kondisi fisik bangunan maupun fasilitas sekolah yang dinilai sudah kurang layak.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo Drs. H. Alamsyah saat ditemui media makassarpena.id di ruang kerjanya, Selasa (18/8/2026), menjelaskan bahwa sejumlah SDN di Wajo telah mendapatkan program revitalisasi dan saat ini sudah memasuki tahap kedua.

“Memang ada beberapa sekolah dasar negeri di Wajo yang mendapat revitalisasi dan sekarang sudah memasuki tahap kedua. Sebagian masih dalam proses pengerjaan,” jelasnya.

Menurut Alamsyah, pihaknya berharap pelaksanaan revitalisasi tersebut dapat berjalan sesuai ketentuan pemerintah dan menghasilkan fasilitas pendidikan yang lebih baik bagi para siswa.

Ia menjelaskan, anggaran revitalisasi langsung ditransfer oleh pemerintah ke rekening masing-masing sekolah. Karena itu, tanggung jawab penggunaan dan pengelolaan anggaran berada pada kepala sekolah.

“Dinas Pendidikan hanya sebatas memfasilitasi dan melakukan pendampingan. Untuk penggunaan anggaran, tanggung jawabnya berada pada pihak sekolah,” ujarnya.

Saat ditanya mengenai jumlah sekolah di Kabupaten Wajo yang memperoleh anggaran revitalisasi, Alamsyah mengaku belum dapat menyebutkan angka pastinya. Hal itu disebabkan laporan dari masing-masing sekolah belum seluruhnya diterima karena pekerjaan masih berlangsung.

“Saya belum hafal berapa jumlah sekolah yang mendapat rehabilitasi, karena belum ada laporan final dari masing-masing kepala sekolah. Pekerjaannya masih berjalan,” katanya.

Tiga Kecamatan Masih Terkendala Jaringan Komunikasi

Selain membahas revitalisasi sekolah, Alamsyah juga mengungkapkan bahwa Dinas Pendidikan Kabupaten Wajo terus mendorong penerapan pembelajaran berbasis digital di sekolah.

Menurutnya, sejumlah sekolah telah memiliki fasilitas pembelajaran digital berupa televisi yang ditempatkan di ruang kelas. Namun, masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan jaringan komunikasi.

“Terkadang ada kendala ketika fasilitas harus dipindahkan dari satu tempat ke tempat lain. Selain itu, masih ada tiga kecamatan yang belum terjangkau fasilitas komunikasi secara memadai,” jelasnya.

Tiga wilayah yang dimaksud yakni Kecamatan Gilireng, Keera, dan Pitumpanua.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Dinas Pendidikan Wajo telah melakukan komunikasi dengan pihak Telkomsel dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Saat ini, pihaknya masih menunggu realisasi peningkatan akses jaringan di wilayah tersebut.

Soal “Bagi-Bagi Rezeki”

Ketika ditanya mengenai adanya istilah “bagi-bagi rezeki” dalam upaya mendapatkan program pemerintah, Alamsyah mengatakan bahwa persaingan antardaerah dalam memperoleh program dari pemerintah pusat memang tidak dapat dipungkiri.

“Dari 400 sekian kabupaten/kota di Indonesia, tentu kita semua berebut untuk memperoleh program. Kalau tidak begitu, kita tidak bisa mendapatkan sesuatu,” katanya.

Namun, ketika ditanya apakah terdapat pembagian keuntungan kepada pejabat tertentu di tingkat Kabupaten Wajo dalam proses memperoleh program tersebut, Alamsyah menegaskan bahwa itu tidak ada.

“Sampai sejauh ini belum ada,” tegasnya.(hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *