Moralitas dan Etika Perkuat Pondasi Struktur Organisasi
Oleh : Anwar Sanusi
Moralitas dan etika dalam berorganisasi memiliki peran besar dalam menciptakan kondusivitas organisasi. Organisasi yang dibangun di atas kejujuran, saling menghargai, disiplin, dan tanggung jawab akan lebih mudah menjaga persatuan serta kepercayaan antaranggota.
Sebaliknya, ketika etika diabaikan, maka konflik, saling curiga, dan kepentingan pribadi akan lebih dominan sehingga menghambat tujuan bersama.
Dalam kehidupan berorganisasi, perbedaan pendapat adalah hal wajar, namun harus disikapi dengan sikap dewasa, santun, dan tetap menghormati aturan organisasi. Kritik boleh disampaikan, tetapi harus berdasarkan fakta dan dilakukan demi perbaikan, bukan untuk menjatuhkan.

Moralitas juga menuntut setiap pengurus dan anggota menjaga amanah, menghindari fitnah, serta menempatkan kepentingan organisasi di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
Dengan menjunjung tinggi etika dan moralitas, organisasi akan melahirkan suasana yang sehat, harmonis, dan produktif. Kepercayaan publik pun akan tumbuh karena organisasi dipandang memiliki integritas dan mampu menjadi teladan dalam bersikap maupun bertindak.
Konferensi Provinsi Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI ) Sulawesi Selatan bukan ajang perebutan kekuasaan, pamer kekuatan dan aduh kepentingan. Konferensi PWI Sulsel harus dimaknai sebagai suatu proses pemilihan ketua yang berintegritas, inovatif, memiliki link yang luas dan bekerja untuk kepentingan anggota di atas kepentingan pribadi dan golongan.
Sebab tidak semua orang yang duduk di kursi pemimpin benar-benar memimpin. Banyak pemimpin hanya mengejar materi, popularitas dan celakanya tidak mampu menjadi nahkoda bagi anggotanya.
Banyak organisasi jalan ditempat, bahkan bubar di tengah jalan karena salah memilih pemimpin. PWI Provinsi Sulsel butuh orang-orang intelektul, bukan pemimpin karbitan. Untuk mencapai itu, panitia harus tegak lurus, independen, dan tidak mengorbankan hak-hak orang lain dengan segala macam alasan yang tidak berdasar.
Syukurlah, Pengurus PWI Pusat dengan segala pertimbangan dan cara pandang yang obyektif telah menunjukan jalan yang benar menuju ” Persatuan ” bukan perseteruan yang mengada-ada demi mencapai misi satu kelompok.

PWI Pusat dengan surat rekomendasi Nomor : 692/PWI-P/LXXX/V/2026, yang ditujukan kepada penyelenggara Konferprov PWI Sulsel, telah membuka tabir kepalsuan DPT yang dikeluarkan oleh Panitia. Termasuk penceggalan bakal calon Ketua PWI Sulsel Dr. Suwardi Thahir dan bakal calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel Dr. Dahlan Abubakar.
Saya dengan penuh kenyakinan demi kebenaran melalui surat protes Nomor : 27/MP/V/2026 yang saya tujukan kepada Ketua Umum PWI Pusat dan tembusan kepada Ketua Dewan Kehormatan PWI Pusat, juga kepada Dewan Penasehat PWI Pusat, menjadi titik terang betapa bobroknya sistem berorganisasi yang terbangun di tubuh organisasi tertua ini, PWI Sulsel.
Setiap kritik yang saya lakukan adalah bagian dari upaya mengkonstruksi dan mengkanalisasi sebuah masalah, agar tidak menjadi bias dan menimbulkan perpecahan. Untuk itulah saya mengajak kepada semua pihak agar tidak berpresepsi berlebihan atas segala kritikan dan sumbang pemikiran dari anggota yang hak-haknya terdzolimi.
Sebaliknya, kalau kita merasa memiliki dan cinta dengan PWI, jangan diam. Suara kebenaran harus diteriakan, agar segala bentuk kebatilan hilang lenyap bersama meraka yang tidak paham dan memahami aturan bermain dalam sebuah organisasi profesi.
Selain pembenaran saya selaku anggota PWI Sulsel sejak tahun 2001 hingga saat ini, juga menuntut keadilan yang tidak pernah terwujud selama ini. Surat Keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat Nomor : 44/SK/DK-PWI/X/2022. Dimana dinyatakan atas pelanggaran dan segala pertimbangan dan yang bersangkutan telah menerima sanksi peringatan keras sebanyak dua kali, maka Dewan Kehormatan PWI Pusat menjatuhkan sanksi pemberhentian sementara/ skorsing kepada Zulkifli Gani Ottoh sebagai anggota PWI selama satu tahun.
Sebagaimana diatur dalam PRT Pasal 5 Ayat 1, 2 dan Kode Etik Perilaku Wartawan Pasal 20 Ayat 2 dan 4. Sekaligus dengan harapan hal ini bisa memberi pelajaran dan efek jera bagi Zulkifli Gani Ottoh dan seluruh anggota PWI tidak terkecuali.
Untuk itu, melalui tulisan ini saya atas nama pribadi dan anggota PWI Provinsi Sulsel, meminta kepada Ketua Umum PWI Pusat dan jajaran, bahwa untuk menjaga maruah dan integritas PWI kiranya berkenan menindaklanjuti Surat Keputusan Dewan Kehormatan PWI Pusat yang ditanda tangani Ilham Bintang (Ketua), Sasongko Tejo (Sekretaris) tersebut, yang hingga saat ini belum dieksekusi.
“Ketika orang-orang baik memilih diam, maka kedzaliman akan tumbuh subur.”
Salam hormat.













