Agama

OSIS SMP Negeri 1 Minasatene Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

87
×

OSIS SMP Negeri 1 Minasatene Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Sebarkan artikel ini

OSIS SMP Negeri 1 Minasatene Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H

Pangkep-makassarpena.id. Peringatan Maulid Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam Tahun 1447 Hijriyah OSIS SMP Negeri 1 Minasatene berlangsung di Mushalla Sekolah Jalan Turi kelurahan Biraeng, Kecamatan Minasatene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan pada Kamis, 18 September 2025.

Maulid Nabi yang diadakan OSIS SMP Negeri Minasatene ini mengusung tema “Melalui Peringatan Maulid, Kita Teladani Semangat dan Sifat Rasulullah dalam Kehidupan Sehari-hari” diisi tauziah Maulid oleh ustadz Muhammad Basri, S.Ag

Acara ini dihadiri Pengawas Bina Sekolah, Kepala UPT Rosdiana, S.Pd, M.Pd bersama para Wakepsek, jajaran Guru dan Staf TU, Ketua Komite Sekolah Hamza Sampo, S.Ip beserta jajaran diikuti oleh pengurus OSIS, panitia dan seluruh siswa.

Dalam sambutan Kepsek Rosdiana mengajak agar para siswa untuk memperhatikan tausiah yang akan disampaikan oleh penceramah agar kita semua dapat memetik hikmah dan teladan dari peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini sebagaimana dimaksud dalam tema peringatan Maulid Nabi kita kali ini.

Ketua Komite sekolah Hamza Sampo dalam sambutan bahwa, Maulid adalah peringatan hari lahir Nabi Muhammad Rasulullah SAW sebagai pelaksanaan dakwah di dalam meningkatkan ilmu pengetahuan dan wawasan keislaman serta ukhuwah islamiyah.

Ustadz Muhammad Basri dalam hikmah peringatan maulidnya memaparkan bahwa, dalam bulan Syawal ada tiga peristiwa penting yakni lahir Nabi, Hijrah dan Isra Mi’raj.

“Nabi Muhammad memiliki budi pekerti yang agung, untuk merubah karakter manusia yang tidak berakhlak,” lanjutnya.

Diutarakannya, pada diri Rasulullah ada contoh suri teladan yang baik. Sesungguhnya Nabi Muhammad diutus hanya untuk menyempurnakan akhlak mulia.

“Tujuan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap beliau sebagai utusan Allah. Meningkatkan kecintaan dan kasih sayang kepada Nabi, amal ibadah dan kebaikan, kesadaran spiritual akan pentingnya mengikuti sunnahnya. Mengambil Hikmah dan Teladan dari kehidupan dan ajaran Nabi untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Membangun Persatuan dan Ukhuwah di antara umat Islam,” simpulnya. (hamza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *