Agama

Kedepankan Syiar dan Silaturrahmi Dalam Wujud Kecintaan Kepada Nabi Muhammad, SAW

76
×

Kedepankan Syiar dan Silaturrahmi Dalam Wujud Kecintaan Kepada Nabi Muhammad, SAW

Sebarkan artikel ini

Kedepankan Syiar dan Silaturrahmi Dalam Wujud Kecintaan Kepada Nabi Muhammad, SAW

Makassar-makassarpena.id. Kenapa Nabi disebut “bulan” Ini bahasa kiasan yang diambil dari hadis dan syair-syair maulid. Wajah Nabi digambarkan “lebih indah dari bulan purnama”. Dalam hadis riwayat Tirmidzi, Jabir bin Samurah berkata: “Aku melihat Rasulullah pada malam bulan purnama. Beliau lebih indah dari bulan purnama.”

“Bulan purnama itu lambang cahaya, keindahan, dan keteduhan. Jadi, Nabi disebut “bulan” karena beliau adalah sumber cahaya hidayah (nur) bagi umat”, terang ustad Dr. Rahman Qayyum, SH, MH,  di depan jamaah Masjid Jami Al Ittihad Toddopuli 7, Sabtu, 13 September 2025.

Dosen di UIN Alauddin Makassar yang berasal dari Fakultas Syariah dan Hukum Islam ini, lebih jauh menjelaskan tentang peringatan kelahiran Nabi Muhammad, SAW.

“Maulid bukan sekadar acara seremonial. Ini sarana mengingat kelahiran dan perjuangan Nabi, menumbuhkan cinta kepada beliau, dan meneladani akhlaknya,” ujarnya.

Rahman Qayyum juga menyoroti kenapa kita ummatnya sangat susah bertemu dengan Nabi . Menurutnya, karena kita terhalang “Hijab” sehingga kita tidak bisa bertemu Nabi.

“Hijab” di sini maksudnya tirai gaib. Nabi sudah wafat, berada di alam barzakh. Alam kita (dunia) dan alam barzakh dipisahkan oleh “hijab” atau tirai tak kasat mata,” jelasnya.

Karena itu lanjutnya, kita tidak bisa berjumpa langsung secara jasmani. Namun secara ruhani, dalam doa, salawat, dan kecintaan, umat bisa merasakan kedekatan dengan beliau. Termasuk lewat peringatan Maulid Nabi ini.

“Karena kita tidak bisa bertemu langsung, maulid jadi media untuk menghadirkan kembali kisah hidup, teladan, dan nur Nabi  di tengah umat,” terangnya

Sebelumnya, Wakil Ketua Takmir Masjid Jami Al Ittihad, Anwar Sanusi, menyampaikan bahwa penyelenggaran maulid tahun ini sedikit berbeda dengan maulid sebelumnya. Dimana katanya, maulid tahun ini dirangkaikan dengan lomba hias dan ketangkasan merias media maulid dengan kreatifitas masing-masing peserta.

” Lomba ini  ide dari Ketua Takmir Masjid, H. Andi Muhammad Gunawan yang meminta diselenggarakan lomba menghias media maulid, sekaligus sponsor tunggul berupa dana subsidi untuk para peserta dan uang tunai bagi masing-masing pemenang lomba, juga sponsor hadiah hiburan dari toko Sarung Tenung Sengkan,” terang Anwar.

Anwar berharap para peserta tidak hanya mengejar hadiah lomba, tapi lebih mengedapankan silaturrahminya. Ia juga berpesan supaya peserta yang belum sempat juara untuk tidak kecewa, karena lomba ini hanya media silaturahmi dan mempererat hubungan antar, ibu-ibu, jamaah dan pengurus. (as)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *