Pemkab Mamuju Tengah Perkuat Gerakan Orang Tua Asuh
Mamuju Tengah, makassarpena.id – Upaya percepatan penanganan Stunting di Kabupaten Mamuju Tengah terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor. Pemerintah daerah mendorong keterlibatan aktif masyarakat, khususnya kalangan mampu, dalam program Gerakan Melawan Stunting (Genting) melalui skema orang tua asuh.
Hal tersebut disampaikan Asisten III Setda Mamuju Tengah, Heranto, saat menghadiri rapat penguatan gerakan orang tua asuh cegah stunting yang diselenggarakan oleh Dinas P3AP2KB di Kafe Kilometer Satu (KMS), Desa Topoyo, Kecamatan Topoyo, Senin (6/4/2026).
Dalam sambutannya, Heranto menegaskan bahwa penanganan Stunting tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah semata, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Penanganan Stunting adalah tanggung jawab bersama. Kami mengajak para pengusaha dan masyarakat yang memiliki kemampuan lebih untuk turut ambil bagian sebagai orang tua asuh,” ujarnya.
Melalui program ini, masyarakat diharapkan dapat berkontribusi langsung dalam membantu pemenuhan gizi anak-anak yang berisiko stunting, sehingga intervensi yang dilakukan menjadi lebih tepat sasaran.
Lebih lanjut, Heranto menyampaikan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mencapai target pemerintah daerah untuk menekan angka Stunting hingga nol kasus.
“Harapan kita bersama, dengan semangat gotong royong, Mamuju Tengah bisa mencapai Zero Stunting,” tambahnya.
Program Genting dinilai sebagai langkah strategis dalam membangun kepedulian sosial sekaligus memperkuat peran masyarakat dalam pembangunan kesehatan. Dengan keterlibatan berbagai pihak, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah optimistis penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
Upaya ini diharapkan mampu menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (naryo)













