Pemerintahan

DLH Wajo Diproyeksikan Lebih Progresif di Bawah Kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal

41
×

DLH Wajo Diproyeksikan Lebih Progresif di Bawah Kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal

Sebarkan artikel ini

DLH Wajo Diproyeksikan Lebih Progresif di Bawah Kepemimpinan Andi Fakhrul Rijal

Wajo, makassarpena.id — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo diproyeksikan akan semakin progresif di bawah kepemimpinan, Andi Fakhrul Rijal Burhanuddin, ST., MM. Sosok birokrat kelahiran Makassar, 5 Oktober 1978 ini dikenal inovatif dan diyakini mampu membawa transformasi pengelolaan lingkungan berbasis kolaborasi serta kemandirian masyarakat.

Dengan mengusung motto “Tujuan bukan yang utama, tetapi yang utama adalah proses untuk mencapai tujuan tersebut,” Andi Fakhrul Rijal menegaskan bahwa proses kerja yang terukur dan partisipatif menjadi fondasi utama dalam setiap kebijakan. Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di kantornya, Jumat (3/4/2026).

Pendekatan ini dinilai akan memperkuat sistem pengelolaan sampah dan lingkungan di Kabupaten Wajo secara berkelanjutan.

Karier panjangnya di pemerintahan menjadi modal kuat dalam memimpin DLH. Ia memulai dari tenaga honorer di Kelurahan Doping, kemudian menjadi staf di Dinas Tata Ruang, Kebersihan dan Pasar. Kariernya terus berkembang hingga menjabat sebagai Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban di Kelurahan Ballere.

Selanjutnya, ia dipercaya menduduki sejumlah posisi strategis, diantaranya Sekretaris BPBD, Camat Penrang, dan Camat Tempe, sebelum akhirnya diamanahkan sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo.

Berbekal pengalaman tersebut, berbagai inovasi di sektor lingkungan diprediksi akan diperkuat. Saat menjabat Lurah Bulu Pabbu, ia berhasil menggerakkan sistem pengelolaan sampah berbasis kelurahan dengan mendorong swadaya masyarakat dalam pembiayaan operasional serta menghidupkan budaya gotong royong secara rutin.

Selain itu, konsep lorong garden yang dirintisnya menjadi salah satu model penataan lingkungan berbasis komunitas.

Tidak hanya fokus pada kebersihan, ia juga dikenal menerapkan pendekatan lintas sektor. Program layanan kesehatan gratis rutin, penguatan kelembagaan masyarakat, hingga pembinaan kepemudaan dan keagamaan pernah dijalankannya dan diperkirakan akan menjadi pola kerja DLH ke depan dalam membangun kesadaran ekologis masyarakat.

Saat memimpin Kecamatan Penrang, ia juga menghadirkan inovasi melalui program mina padi dan sawah terpadu yang mengintegrasikan aspek lingkungan dengan peningkatan ekonomi masyarakat.

Di tingkat kabupaten, salah satu gebrakan awal yang akan diperluas adalah mendorong pengembang perumahan untuk mengelola limbah dan sampah secara mandiri. Kebijakan ini dinilai strategis untuk mengurangi beban pemerintah sekaligus meningkatkan tanggung jawab sektor swasta terhadap lingkungan.

Didukung pengalaman organisasi sebagai Ketua KNPI Wajo periode 2013–2019 serta Ketua Umum Barisan Muda Wajo, Andi Fakhrul Rijal memiliki jejaring luas dan kemampuan dalam mendorong partisipasi publik.

Ke depan, DLH Wajo di bawah kepemimpinannya akan menitikberatkan pada penguatan sistem pengelolaan sampah terpadu, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kolaborasi multipihak. Dengan pendekatan tersebut, Kabupaten Wajo diharapkan mampu menjadi daerah percontohan dalam pengelolaan lingkungan yang inovatif dan berkelanjutan di Sulawesi Selatan. (hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *