Pemerintahan

Bupati Mamuju Tengah Dorong Desa Lahirkan Inovasi Nyata Melalui Gelora Award 2026

28
×

Bupati Mamuju Tengah Dorong Desa Lahirkan Inovasi Nyata Melalui Gelora Award 2026

Sebarkan artikel ini

Bupati Mamuju Tengah Dorong Desa Lahirkan Inovasi Nyata Melalui Gelora Award 2026

Tobadak, makassarpena.id — Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah menggelar sosialisasi Gerakan Lomba Inovasi Daerah (Gelora) Award 2026 yang berlangsung di Aula Kantor Bupati Mamuju Tengah, Senin (28/9/2026).

Dalam sambutannya, Bupati Mamuju Tengah, Dr. H. Arsal Aras, S.E., M.Si., mengajak seluruh kepala desa untuk terus melahirkan inovasi yang nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menurutnya, inovasi desa tidak harus selalu berupa program besar. Hal-hal sederhana yang mampu menjawab persoalan masyarakat, seperti pengelolaan lingkungan, penanganan kemiskinan, perbaikan rumah tidak layak huni hingga peningkatan kualitas pelayanan publik, dapat menjadi bagian dari inovasi daerah.

“Inovasi itu menjadi keharusan. Kita harus terus mencari cara agar pembangunan di desa berjalan lebih baik dan anggaran yang tersedia dapat dimanfaatkan secara maksimal,” ujar Arsal Aras.

Ia menekankan, persoalan sampah dan kebersihan lingkungan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian serius. Pengelolaan sampah yang baik tidak hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga kesehatan dan kenyamanan masyarakat.

Selain itu, penanganan kemiskinan dan ketepatan sasaran bantuan juga menjadi perhatian pemerintah daerah. Masih terdapat masyarakat yang tinggal di rumah tidak layak huni, namun belum seluruhnya terjangkau oleh sistem pendataan yang ada.

Karena itu, Bupati mendorong pemerintah desa melakukan verifikasi langsung di lapangan agar masyarakat yang benar-benar membutuhkan dapat teridentifikasi secara akurat dan memperoleh intervensi maupun bantuan perbaikan rumah.

“Jangan hanya mengandalkan data di atas kertas. Kita harus turun melihat langsung kondisi masyarakat. Kalau memang ada warga yang rumahnya tidak layak, harus kita pastikan datanya dan kita carikan solusi,” tegasnya.

Arsal juga menyampaikan bahwa program pembangunan tiga juta rumah dari pemerintah pusat terus berjalan. Di Mamuju Tengah, pemerintah menargetkan hingga Desember tahun ini dapat terealisasi sebanyak 800 unit rumah.

Untuk mencapai target tersebut, kepala desa diminta aktif melakukan pendataan dan menjaring masyarakat yang memenuhi kriteria penerima bantuan, sekaligus memastikan data yang disampaikan benar-benar akurat.

Di bidang pelayanan publik, Bupati mendorong desa melakukan penyederhanaan layanan dengan memanfaatkan teknologi digital dan aplikasi pesan singkat. Dengan demikian, masyarakat tidak selalu harus datang langsung ke kantor desa untuk menyampaikan laporan, mengurus dokumen, maupun mengajukan permohonan pelayanan.

Menurutnya, inovasi sederhana seperti masyarakat menyampaikan laporan melalui pesan daring yang kemudian segera ditindaklanjuti pemerintah desa dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Ia juga mencontohkan program penukaran sampah plastik dengan kewajiban pembayaran yang telah diterapkan di salah satu desa. Program tersebut, kata dia, dapat menjadi inspirasi bagi desa lain untuk menciptakan inovasi sesuai dengan persoalan dan potensi masing-masing wilayah.

Bupati menegaskan bahwa kepala desa saat ini harus menempatkan diri sebagai pelayan masyarakat, bukan hanya sebagai pihak yang memberikan arahan.

Di tengah keterbatasan anggaran, kreativitas dan semangat melayani dinilai menjadi kunci dalam menghadirkan pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Keberhasilan jangan hanya dilihat dari angka-angka di atas kertas. Kalau masyarakat masih melihat jalan rusak, lingkungan kotor, atau pelayanan yang sulit dijangkau, berarti masih ada yang harus kita benahi,” katanya.

Melalui Gelora Award 2026, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah berharap setiap desa mampu melahirkan inovasi yang berkelanjutan, sesuai kebutuhan masyarakat, serta memberikan manfaat nyata bagi peningkatan kualitas hidup warga.

Pemerintah desa juga diharapkan tidak berhenti pada penciptaan program, tetapi memastikan inovasi tersebut terus berjalan dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara berkelanjutan. (naryo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *