Berita

Mentan Amran: Aspirasi Masyarakat Kampung Wanam Minta Cetak Sawah Ditambah

16
×

Mentan Amran: Aspirasi Masyarakat Kampung Wanam Minta Cetak Sawah Ditambah

Sebarkan artikel ini

Mentan Amran: Aspirasi Masyarakat Kampung Wanam Minta Cetak Sawah Ditambah

Merauke, makassarpena.id – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan program cetak sawah di Kampung Wanam Papua merupakan aspirasi masyarakat yang lahir dari kebutuhan petani dan pemilik hak ulayat.

Program cetak sawah terbukti berhasil mampu meningkatkan produksi pertanian hingga dua kali lipat dan mendongkrak pendapatan petani menjadi tiga kali lipat, sehingga masyarakat kembali meminta pemerintah memperluas program cetak sawah di Papua.

Hal tersebut disampaikan Mentan Amran saat berdialog dengan petani dan masyarakat adat di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Sabtu (5/7/2026).

“Alhamdulillah, masyarakat menyampaikan langsung bahwa produksi mereka meningkat dua kali lipat dan kesejahteraannya naik tiga kali lipat karena harga yang baik. Bahkan ada petani yang sudah bisa membeli mobil dari hasil bertani. Ini bukti bahwa ketika negara hadir dan petani diberi kesempatan berusaha, kesejahteraan bisa meningkat,” kata Mentan Amran.

Menurutnya, keberhasilan pengembangan kawasan pertanian di Merauke telah mengubah pandangan masyarakat terhadap sektor pertanian. Jika sebelumnya program cetak sawah kerap dipersepsikan sebagai proyek pemerintah, kini justru masyarakat sendiri yang mengajukan permintaan agar program tersebut diperluas.

Mentan mengungkapkan, dalam pertemuan bersama Gubernur Papua Selatan, Bupati Merauke, dan masyarakat, muncul usulan agar pemerintah menambah luas cetak sawah hingga 10 ribu hektare.

“Yang menarik, kemarin masyarakat meminta tambahan cetak sawah 10 ribu hektare. Saya sampaikan, anggaran pertengahan tahun belum memungkinkan sehingga akan kita siapkan tahun depan. Saya hanya titip satu hal, jangan lagi ada anggapan bahwa ini proyek paksaan pemerintah. Faktanya, ini adalah permintaan dari masyarakat sendiri,” tegasnya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah membangun lebih dari 100 ribu hektare kawasan pertanian di Merauke yang seluruh manfaatnya diperuntukkan bagi masyarakat. Pemerintah juga menyalurkan bantuan senilai Rp1,3 triliun untuk Papua Selatan pada 2026 berupa alat dan mesin pertanian, traktor, alat tanam, hingga pembangunan infrastruktur pendukung.

“Semua yang kami bangun untuk rakyat. Traktornya kami hibahkan, alat panennya kami hibahkan, irigasi kami bangun, pintu air kami bangun. Semua bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua,” ujarnya.

Keberhasilan Merauke kini menjadi inspirasi bagi daerah lain di Tanah Papua. Aspirasi tersebut datang dari berbagai kalangan diantaranya gubernur, bupati, tokoh masyarakat, dan petani dari wilayah Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Tengah, serta Papua Pegunungan. Masing-masing mengusulkan program pertanian sesuai potensi wilayahnya.

“Ada yang meminta pengembangan ubi, kopi, kakao, kedelai, hingga sagu. Kami akan penuhi sesuai keunggulan komparatif setiap daerah. Pertanian harus dibangun sesuai karakter wilayah dan budaya masyarakat setempat,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Kelompok Tani Yeloko Kampung Wanam, Arnold Awalik, menyampaikan pernyataan resmi bahwa masyarakat pemilik hak ulayat menerima program pemerintah dan berharap dukungan cetak sawah terus diperluas.

“Kami menerima program pemerintah di atas tanah hak ulayat kami. Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Presiden dan Bapak Menteri Pertanian atas bantuan yang telah diberikan. Kami berharap setiap keluarga di Wanam memiliki sawah sendiri agar masyarakat Papua semakin sejahtera,” ujar Arnold.

Arnold juga mengajukan permohonan agar pemerintah membantu pencetakan sawah seluas sekitar 216 hektare di atas tanah ulayat masyarakat yang akan dikelola langsung oleh kelompok tani.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mentan Amran langsung menyetujui permintaan masyarakat dan meningkatkan luas lahan yang akan dicetak menjadi sekitar 250 hektare agar pelaksanaannya lebih efektif.

“Kami penuhi tahun ini. Langsung dikerjakan. Sawah yang dibangun pemerintah nantinya menjadi milik masyarakat. Traktor, alat panen, drone pertanian, hingga irigasi juga kami siapkan. Wanam akan menjadi salah satu kawasan percontohan pertanian modern di Papua,” tegas Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, pemerintah juga akan menerapkan teknologi budidaya padi modern yang mampu meningkatkan produktivitas hingga sekitar 10 ton per hektare melalui penggunaan mekanisasi, drone pertanian, dan sistem tanam berproduktivitas tinggi yang telah dikembangkan Kementerian Pertanian.

“Kami ingin Wanam menjadi pusat pembelajaran pertanian modern. Mimpi kami, ke depan Merauke menjadi tempat belajar pertanian bagi Indonesia bahkan negara-negara lain di Asia. Pertanian akan menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat Papua,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *