Berita

Kelangkaan BBM Bersubsidi di Wajo Picu Antrean, SPBU Usulkan Verifikasi Penerima Rekomendasi

26
×

Kelangkaan BBM Bersubsidi di Wajo Picu Antrean, SPBU Usulkan Verifikasi Penerima Rekomendasi

Sebarkan artikel ini

Kelangkaan BBM Bersubsidi di Wajo Picu Antrean, SPBU Usulkan Verifikasi Penerima Rekomendasi

Wajo, makassarpena.id – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, khususnya jenis solar dan Pertalite, dalam beberapa waktu terakhir di Kabupaten Wajo membuat masyarakat resah. Kondisi ini terutama dirasakan para pemilik kendaraan yang bergantung pada BBM bersubsidi untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Pada Sabtu (4/7/2026), makassarpena.id melakukan pemantauan di salah satu SPBU di Kecamatan Pitumpanua menyusul informasi yang berkembang di masyarakat mengenai adanya oknum yang hampir setiap hari membeli BBM bersubsidi jenis solar dan Pertalite dalam jumlah besar menggunakan jeriken dengan berbekal surat rekomendasi dari instansi terkait.

Kondisi tersebut menimbulkan keresahan di kalangan masyarakat, khususnya pengguna solar. Mereka harus mengantre selama berjam-jam untuk mendapatkan BBM, bahkan tidak sedikit yang akhirnya tidak kebagian karena stok cepat habis setelah disalurkan ke jeriken.

Menanggapi hal itu, Manajer SPBU mengaku pihaknya berada pada posisi yang sulit. Menurutnya, apabila tidak melayani pembelian yang disertai surat rekomendasi resmi, pihak SPBU dinilai menolak hak penerima yang telah ditetapkan. Namun, jika tetap melayani, masyarakat umum merasa dirugikan karena pasokan solar lebih cepat habis.

Sebagai solusi, pihak SPBU mengusulkan agar sebelum surat rekomendasi diterbitkan kepada kelompok nelayan maupun petani, instansi yang berwenang terlebih dahulu melakukan identifikasi dan verifikasi terhadap calon penerima. Langkah tersebut dinilai penting agar penyaluran BBM bersubsidi benar-benar tepat sasaran, mengurangi potensi penyalahgunaan, serta tidak mengganggu kebutuhan masyarakat yang datang langsung mengisi BBM di SPBU.

Sementara itu, makassarpena.id berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Wajo. Namun, berdasarkan keterangan Sekretaris Dinas Perikanan, kepala dinas sedang menghadiri kegiatan di luar kantor.

Saat ditemui di ruang kerjanya pada Rabu (8/7/2026), Sekretaris Dinas Perikanan menjelaskan bahwa nama-nama kelompok nelayan yang memperoleh rekomendasi bukanlah penerima baru, melainkan kelompok yang telah lama terdaftar sebagai nelayan pabbagang atau pencari ikan di laut ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setiap kelompok yang memperoleh rekomendasi beranggotakan sekitar 15 orang dan diberikan kuota pembelian BBM bersubsidi sebanyak 2.000 liter setiap bulan.

Terkait informasi yang beredar mengenai dugaan penyalahgunaan rekomendasi oleh oknum tertentu, pihak Dinas Perikanan menyatakan siap melakukan evaluasi serta memperketat pengawasan apabila ditemukan adanya indikasi pelanggaran.

Hingga berita ini di tayangkan, makassarpena.id juga telah berupaya menghubungi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Wajo melalui aplikasi WhatsApp untuk meminta tanggapan. Namun, belum ada jawaban atau konfirmasi yang diterima.(hakim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *