Berita

Mangrove Camp Blue Forest Bontomanai Dibuka Camat Labakkang

89
×

Mangrove Camp Blue Forest Bontomanai Dibuka Camat Labakkang

Sebarkan artikel ini

Mangrove Camp Blue Forest Bontomanai Dibuka Camat Labakkang

Pangkep-makassarpena.id. Mangrove Camp Blue forest Desa Bontomanai Kecamatan Labakkang Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, dibuka Camat Labakkang di Pesisir Pantai Tanah Rajae, Sabtu, 26 Juli 2025.

Perhelatan ini mengusung tema “Mangrove mood,” bersama mangrove membangun pesisir tangguh,” akan merambah, rehabilitasi mangrove, bersih pantai, penampilan budaya, dan Workshop.

Aksi Mangrove Camp melibatkan aktivis Blue Forest, kelompok mahasiswa KKN, para relawan yang terdiri dari segenap unsur pemuda, Karang Taruna, aparat, perangkat desa serta Babinsa.

Hadir Camat Labakkang, Bahri, perwakilan Koramil, Kepala Desa, H. Erwin, Rio Ahmad Direktur Yayasan Hutan Biru Ada, Akhzan Nur Iman Project Manager program respirasi, Yusran Mitra dan praktisi Ecobrick Makassar.

Dalam sambutan Akhzan Nur Iman, harapkan dengan adanya program di desa Bontomanai dapat membantu alternatif mata pencaharian bagi masyarakat.

Sementara Kades H Erwin berharap, kegiatan ini bisa berlanjut tapi itu juga menjadi tantangan saya pribadi dan teman-teman.  Bagaimana dapat mensupport agar kegiatan ini dapat terlaksana.

Sedangkan Camat Bahri mengapresiasi Blue Forest yang luar biasa. Menurutnya kades Bontomanai juga luar biasa dan dengan terwujudnya kegiatan ini, kiranya semua pihak dapat berkolaborasi dan bersinerg  memberikan support atas keberlangsungan kegiatan ini sukses.

Direktur Blue Forest Rio Ahmad mengatakan, memperingati Hari Mangrove Sedunia 2025 dengan tagline “Mangrove Mood”, sebuah kampanye yang merayakan kecintaan terhadap mangrove dari berbagai suasana hati.

“Lewat pendekatan ini, kami ingin menegaskan pentingnya peran emosional dan kolektif masyarakat dalam menjaga ekosistem mangrove yang tersisa dan memulihkan kawasan yang telah rusak. Karena menjaga mangrove bukan hanya soal konservasi, tapi soal masa depan kita bersama,” ujarnya.

Menurutnya, perayaan ini tidak hanya menjadi momentum refleksi, tetapi juga ajakan terbuka untuk menjadikan mangrove sebagai bagian dari percakapan sehari-hari, baik di tingkat lokal, nasional hingga global.

Persiapan turun aksi dipandu oleh Sapri sebagaimana agenda yang disampaikan, bahwa pada hari ini akan melakukan pembersihan pantai sepanjang 600 meter, pembersihan sampah dan pemilahan sampah serta penanaman mangrove. (hamza)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *