Ruslan Lallo Nahkoda Baru IPIM Kota Makassar
Makassar, makassarpena.id – Imam masjid adalah pekerjaan mulia, bukan sekadar memimpin salat, tapi juga memimpin hati. Ia berdiri di depan bukan untuk ditinggikan, melainkan untuk menuntun, bukan untuk dipuji, melainkan untuk mengingatkan.
Namun tidak sedikit imam masjid yang terkesan hanya sebagai pemimpin salat dan belum sepenuhnya hadir sebagai pembimbing umat. Padahal, imam idealnya bukan hanya fasih bacaan dan tertib gerakan, tetapi juga peka terhadap persoalan jamaah.
Bahkan dalam sambutannya, Ketua Ittihad Persaudaraan Imam Masjid (IPIM) Provinsi Sulawesi Selatan, Dr. KH. Masykur Yusuf, M.Ag, usai melantik Pengurus IPIM Kota Makassar, periode 2025 – 2030 pada Jumat, 30 Januari 2026, bahwa salah satu yang memperihatinkan para imam masjid karena kebanyakan belum mendapat insentif yang wajar dari pengurus masjid.
” Imam harus menjadi pemimpin yang dihormati. Jangan merendahkan diri karena imam pekerjaan yang mulia,” tegasnya.
Menurutnya, Imam masjid di Sulawesi Selatan kurang mendapat penghargaan dari pengurus masjid. Oleh karena itu dibutuhkan keikhlasan karena Allah yang akan menggaji kita di dunia dan akhirat kelak.
Dr. Masykur Yusuf yang juga Ketua Komite Dakwah Khusus (KDK) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan pada kesempatan itu juga mewacanakan pembentukan unit usaha di tiap Kabupaten/kota.
Dikesempatan pertamanya, Ketua IPIM Kota Makassar, Ruslan Lallo dalam sambutannya berjanji akan memakmurkan memakmurkan masjid, mensejahterakan imam, baik imam kelurahan atau imam kampung, termasuk pemandi jenazah, hingga marbot masjid.
Ruslan Lallo juga berkomitmen untuk melaksanakan tanggung jawab sekaligus mewakafkan dirinya demi IPIM Kota Makasaar, untuk itu, dia meminta kerjasama dan dukungan semua pengurua yang baru dilantik bekerja dan membesarkan organisasi.

Wali Kota Makassar yang diwakili Asisten 1 Pemkot Makassar, Andi Muhammad Yasir, dalam sambutan pembukaan mengatakan, keberadaan IPIM di Kota Makassar menjadi tanggung jawab sosial, spiritual untuk menyatukan umat.
“Peran imam masjid sangat strategis, bukan hanya imam Tapi teladan umat,”ucapnya.
Amanah ini katanya, bukan sekadar jabatan organisasi, tetapi merupakan tanggung jawab moral, spiritual, dan sosial dalam membina umat, menjaga persatuan, serta memakmurkan masjid sebagai pusat peradaban.
Pemerintah Kota Makassar sangat mengapresiasi keberadaan IPIM sebagai mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan Makassar yang unggul, inklusif, aman, dan religius.
“Pelantikan hari ini tidak boleh berhenti pada seremoni semata. Oleh karena itu, pelaksanaan rapat kerja menjadi sangat penting sebagai arah gerak organisasi. Saya berharap PD IPIM Kota Makassar mampu menyusun program kerja yang relevan dengan kebutuhan umat,” imbuhnya.
Sejalan dengan kebijakan Pemerintah Kota Makassar IPIM harus menjadi pelopor dakwah yang menyejukkan, menghindari ujaran kebencian, memperkuat persatuan, serta menanamkan nilai Islam rahmatan lil ‘alamin.
Pemerintah Kota Makassar berkomitmen terus mendukung pembinaan keagamaan, termasuk peningkatan kesejahteraan dan kapasitas para imam masjid. Melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat dan OPD terkait, kami mendorong berbagai program pembinaan, pelatihan, serta sinergi dengan organisasi keagamaan seperti IPIM.
“Saya mengajak PD IPIM Kota Makassar untuk terus bersinergi dengan pemerintah, kelurahan, kecamatan, dan masyarakat, agar masjid benar-benar menjadi pusat solusi sosial, pusat ketenangan, serta pusat pembentukan karakter umat,” tutupnya. (as)













